USMUSM

Jurnal TransformatikaJurnal Transformatika

Bantuan Pangan Non Tunai adalah program pemerintah tentang bantuan pangan yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH / pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA. Bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu. Studi kasus penelitian di Desa Makamhaji Sukoharjo. Sistem Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berjalan saat ini masih banyak kendala, seperti Data warga yang diusulkan oleh RT, RW / Kepala Desa langsung masuk ke data Warga Miskin dan penerima BPNT belum merata, karena banyak warga yang cukup mampu masuk dalam Data Warga penerima BPNT. Berdasarkan kendala tersebut menyebabkan beberapa data warga miskin di Desa Makamhaji kurang Valid dengan kriteria yang ada. Indonesia menjadi negara pengkonsumsi beras terbesar di dunia, 95% dari jumlah penduduknya mengkonsumsi beras sebagai pangan utama, dengan rata-rata konsumsi beras sebesar 113,7 kg / jiwa/ tahun. Tingkat konsumsi tersebut jauh di atas rata-rata konsumsi dunia yang hanya sebesar 60 kg/ kapita/ tahun. Kepala Desa Makamhaji memiliki tugas yang cukup berat yaitu harus mendata warga miskin untuk diajukan kepusat agar mendapatkan rekomendasi sebagai penerima BPNT. Sedangkan data jumlah KK di Desa Makamhaji Per Januari 2018 adalah 5219 KK. Padahal tidak seluruh warga masyarakat yang berhak mendapatkan BPNT, akan tetapi hanya khusus bagi warga miskin saja yang berhak untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, diperlukan sebuah Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Pangan Non Tunai dengan metode Hybrid AHP – SAW.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis, perancangan dan pembuatan Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Makamhaji menggunakan Metode Hybrid AHP - SAW adalah Tercapainya tujuan untuk merancang, membangun, dan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan penerimaan bantuan pangan non tunai yang dapat menerapkan semua kriteria yang ada dengan metode Hybrid AHP - SAW.Pada penelitian ini penulis berhasil menerapkan metode AHP untuk menentukan bobot kriteria dan menerapkan metode SAW untuk perangkingan alternatif pada penerima BPNT.Mengimplementasikan fitur – fitur seperti Input data pengguna, Input data penduduk, Input data kriteria tiap-tiap penduduk, perbandingan tiap bobot, serta menghasilkan output berupa data penduduk penerima BPNT.Pada sistem baru tidak menentukan berhak atau tidak berhak calon penerima, dikarenakan aturan yang berjalan berdasarkan jumlah kuota bukan berdasarkan Passing Grade.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan sistem pendukung keputusan penerima bantuan pangan non tunai dengan menambahkan kriteria-kriteria baru yang relevan, seperti tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, dan akses terhadap fasilitas sosial. 2. Menganalisis dan membandingkan efektivitas metode Hybrid AHP-SAW dengan metode-metode lain dalam menentukan penerima bantuan pangan non tunai, seperti metode TOPSIS atau VIKOR. 3. Melakukan studi kasus lebih lanjut di daerah-daerah lain dengan karakteristik sosial ekonomi yang berbeda, untuk menguji validitas dan kehandalan sistem pendukung keputusan yang dikembangkan.

Read online
File size607.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test