ILOMATAILOMATA

Ilomata International Journal of Tax and AccountingIlomata International Journal of Tax and Accounting

Penelitian ini menyelidiki peran faktor akuntansi, khususnya akuntabilitas dan transparansi, dalam menjelaskan perilaku pembelian panik setelah banjir Aceh, sambil menyelidiki peran mediasi keadilan yang dirasakan dan pengaruh faktor sosial dan risiko. Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan perspektif akuntansi dengan perilaku konsumen pasca-bencana untuk memahami bagaimana kepercayaan institusi dan kondisi sosial membentuk respons pembelian di masyarakat yang terkena bencana. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 205 responden di Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS) di SmartPLS. Temuan menunjukkan bahwa pengaruh sosial adalah prediktor terkuat dari pembelian panik, diikuti oleh risiko yang dirasakan, sedangkan akuntabilitas tidak secara signifikan mempengaruhi keadilan yang dirasakan atau pembelian panik. Transparansi berpengaruh positif terhadap keadilan yang dirasakan, dan keadilan yang dirasakan berpengaruh negatif terhadap pembelian panik, menunjukkan bahwa keadilan yang dirasakan memediasi efek transparansi terhadap pembelian panik. Temuan ini menekankan pentingnya komunikasi yang transparan, keadilan yang dirasakan, dan manajemen risiko sosial oleh pemerintah dan aktor bisnis untuk mengurangi ketidakpastian dan menjaga stabilitas pasar setelah bencana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian panik setelah banjir Aceh lebih dipengaruhi oleh pengaruh sosial dan faktor psikologis daripada mekanisme akuntabilitas formal.Pengaruh sosial muncul sebagai prediktor terkuat dari perilaku pembelian panik, sedangkan transparansi berkontribusi melalui peningkatan persepsi keadilan.Akuntabilitas, meskipun merupakan elemen penting dalam manajemen organisasi, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku masyarakat yang terkena bencana.Temuan ini menunjukkan bahwa akuntabilitas mungkin berfungsi sebagai mekanisme pemerintahan yang lebih abstrak yang kurang terlihat secara langsung oleh masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.Efektivitas sistem akuntansi dalam mengurangi pembelian panik tergantung pada kemampuan organisasi untuk berkomunikasi secara transparan dan menghasilkan persepsi implementasi kebijakan yang adil.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang mengamati perubahan perilaku konsumen selama berbagai fase bencana, termasuk persiapan pra-bencana, periode respons darurat, dan tahap pemulihan pasca-bencana. Studi ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana persepsi risiko, keadilan, dan pengaruh sosial berevolusi seiring waktu dan mempengaruhi perilaku pembelian secara dinamis. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan memasukkan variabel-variabel penjelas tambahan, seperti kepercayaan terhadap pemerintah, paparan media, kecemasan emosional, tingkat pendidikan, dan akses rantai pasokan. Integrasi dimensi psikologis dan sosio-ekonomi dapat menghasilkan kerangka perilaku yang lebih holistik. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki peran nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip pemerintahan etis dalam membentuk respons komunitas selama bencana. Variabel yang berasal dari ekonomi perilaku Islam, seperti maqashid sharia, solidaritas sosial, kepercayaan, moderasi, dan perilaku konsumsi etis, dapat memberikan ekstensi teoretis yang berharga untuk model saat ini.

  1. Contemporary Legal Accountability Reform in Public Procurement: A Framework Integrating Ethical Norms... doi.org/10.32332/milrev.v4i1.10664Contemporary Legal Accountability Reform in Public Procurement A Framework Integrating Ethical Norms doi 10 32332 milrev v4i1 10664
Read online
File size460.25 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test