UBMUBM

PsibernetikaPsibernetika

Selama work from home di masa pandemi, karyawan mendapat kesempatan berkumpul bersama keluarga. Pengalaman positif bersama keluarga dapat meningkatkan kualitas pengalaman kerja, begitu pula sebaliknya (work–family enrichment). Work-family enrichment (WFE) memiliki dua arah, yaitu work-to-family enrichment (W-FE) yang berfokus pada aspek pengembangan, afek, dan modal; sedangkan family-to-work enrichment (F-WE) berfokus pada pengembangan, afek, dan efisiensi. W-FE akan terjadi apabila peran individu dalam pekerjaan dapat menguntungkan perannya sebagai anggota keluarga, begitu pula dengan F-WE, peran individu dalam keluarga dapat menguntungkan perannya sebagai pekerja. Akan tetapi, dalam kenyataan karyawan perlu memiliki kemampuan coping yang baik dalam menghadapi stresor agar memperoleh pengalaman positif ini. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara problem-focused, emotion-focused, dan avoidant coping dengan WFE serta mengetahui jenis coping terefektif yang dapat diterapkan untuk mencapai WFE. Subjek penelitian adalah 121 karyawan tetap yang dipilih dengan non-random accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa problem-focused dan avoidant coping berhubungan dengan WFE, W-FE, dan F-WE. Namun, emotion-focused coping hanya berhubungan dengan arah W-FE. Hasil tersebut berarti problem-focused dan avoidant coping mendukung terwujudnya work–family enrichment dari kedua arah, sedangkan emotion-focused coping berhubungan negatif dengan arah W-FE. Sehingga karyawan diharapkan dapat berfokus pada penyelesaian masalah atau mengalihkan diri dari masalah agar dapat mencapai work–family enrichment.

Problem-focused coping mendukung terwujudnya work–family enrichment dari kedua arah, sementara avoidant coping juga berkontribusi positif karena kondisi work from home.Emotion-focused coping tidak mendukung F-WE karena tidak memengaruhi pengayaan di lingkungan keluarga.Kedua strategi coping ini memiliki peran berbeda dalam memengaruhi keseimbangan kerja-keluarga.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran budaya dalam memengaruhi efektivitas strategi coping selama pandemi. Selain itu, studi longitudinal dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan coping berbeda terhadap kesejahteraan kerja-keluarga. Terakhir, penelitian tentang dukungan organisasi dalam membangun kemampuan coping karyawan dapat menjadi arah baru untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan mental.

  1. Work-Family Enrichment dan Work Engagement pada Karyawan yang Sudah Menikah | MEDIAPSI. work family enrichment... mediapsi.ub.ac.id/index.php/mediapsi/article/view/211Work Family Enrichment dan Work Engagement pada Karyawan yang Sudah Menikah MEDIAPSI work family enrichment mediapsi ub ac index php mediapsi article view 211
  2. 0. 0 doi.org/10.1037/0022-3514.58.5.8440 0 doi 10 1037 0022 3514 58 5 844
Read online
File size547.96 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test