UNESAUNESA

STEAM Journal For Elementary School EducationSTEAM Journal For Elementary School Education

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan remedial dalam proses belajar di sekolah dasar. Latar belakang studi ini didasarkan pada fakta bahwa tidak semua siswa mampu menyelesaikan pembelajaran secara bersamaan karena perbedaan individual, gaya belajar, dan kondisi lingkungan. Program remedial dianggap sebagai strategi penting untuk mengatasi keterlambatan siswa dalam memahami materi pelajaran. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang didistribusikan kepada 78 guru dari berbagai sekolah dasar di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa jenis kegiatan remedial yang paling sering digunakan adalah mengulang materi, dengan persentase sebesar 72%. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kegiatan remedial meliputi kesiapan guru, karakteristik siswa, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya minat baca siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa guru cenderung memilih pendekatan remedial yang langsung dan berbasis interaksi, sementara kegiatan yang memerlukan belajar mandiri masih jarang digunakan. Studi ini merekomendasikan peningkatan kapasitas guru dalam merancang strategi remedial yang beragam dan sesuai kebutuhan siswa, serta menyediakan fasilitas belajar yang mendukung pembelajaran remedial yang efektif.

Kegiatan remedial masih merupakan strategi penting dalam membantu siswa yang belum mencapai KKM.Jenis kegiatan remedial yang paling sering digunakan oleh guru SD adalah mengulang materi karena dianggap paling efektif dalam memperkuat pemahaman siswa terhadap materi sulit.Selain itu, kegiatan kelompok, penggunaan alat peraga, dan tutorial dengan teman sebaya juga menjadi alternatif yang cukup banyak dipilih, meskipun frekuensinya lebih rendah.Di sisi lain, kegiatan remedial berupa membaca sumber belajar secara mandiri menjadi pilihan terkecil guru SD.Hal ini diduga disebabkan oleh rendahnya minat dan kemampuan membaca siswa SD, serta keterbatasan akses ke materi pembelajaran yang relevan dan bervariasi.Pelaksanaan kegiatan remedial di SD belum optimal, terutama dalam hal variasi metode dan kesiapan pendukung seperti fasilitas, waktu, dan motivasi siswa.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas metode tutor sebaya dalam berbagai konteks sekolah dasar, terutama untuk siswa dengan kemampuan rendah. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak penggunaan alat digital dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan remedial. Penelitian juga bisa fokus pada pengembangan pelatihan guru untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang strategi remedial yang beragam dan berbasis kebutuhan siswa. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang cara meningkatkan kualitas pembelajaran remedial di tingkat SD.

  1. KESENJANGAN TEKNOLOGI DAN TRANSFORMASI SOSIAL: STUDI PENGARUH AI PADA PENDIDIKAN DI BATAM | JURNAL IMPARTA.... doi.org/10.61768/s1fegf04KESENJANGAN TEKNOLOGI DAN TRANSFORMASI SOSIAL STUDI PENGARUH AI PADA PENDIDIKAN DI BATAM JURNAL IMPARTA doi 10 61768 s1fegf04
  2. DOI Name 10.61227 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 29z crossref email support... doi.org/10.61227DOI Name 10 61227 Values doi name values index type timestamp data hs serv 29z crossref email support doi 10 61227
Read online
File size389.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test