IAIN MADURAIAIN MADURA

Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family LawAl-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law

Perkembangan zaman dan pengaruh budaya barat telah mengubah pola perilaku sosial masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang semakin mengabaikan norma hukum dan nilai-nilai agama. Salah satu dampak dari perubahan tersebut adalah meningkatnya kasus hubungan seksual di luar nikah yang menimbulkan persoalan sosial dan hukum, terutama terkait status dan kedudukan anak hasil zina. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kedudukan nasab anak zina dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia, dengan fokus pada dinamika pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 yang kontroversial mengenai pengakuan status anak luar nikah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan dokumen putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hukum Islam dan hukum positif terkait kedudukan anak zina. Hukum Islam tegas menyatakan bahwa anak zina hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu dan keluarga ibunya, tanpa hak terhadap waris, nafkah, maupun perwalian dari ayah biologis. Sementara itu, hukum positif Indonesia, terutama setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi, memberikan peluang pengakuan hubungan perdata antara anak luar nikah dan ayah biologis melalui jalur hukum, yang membawa implikasi terhadap hak waris, nafkah, dan status hukum anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa putusan tersebut tidak sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam dan berpotensi menurunkan kehormatan institusi perkawinan, sehingga diperlukan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hukum positif dengan nilai-nilai syariah.

Ada beberapa perbedaan mendasar antara perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia mengenai kedudukan nasab (nasab) anak lahir di luar nikah.Hukum Islam secara ketat membatasi hubungan nasab anak hanya dengan ibu dan keluarga ibunya untuk menjaga kesucian garis keturunan, sambil memastikan hak anak untuk dilindungi dan dicintai.Sebaliknya, hukum positif Indonesia telah berkembang untuk mengakui hubungan perdata antara anak lahir di luar nikah dan ayah biologis, terutama setelah putusan Mahkamah Konstitusi dan penggunaan bukti modern seperti tes DNA.Perbedaan ini menimbulkan implikasi hukum dan sosial, termasuk ketidakpastian status hukum anak, perselisihan waris potensial, dan stigma sosial yang terus-menerus.Oleh karena itu, sinergi harmonis antara kedua sistem hukum ini diperlukan untuk mewujudkan keadilan yang tidak hanya normatif dan formal, tetapi juga memprioritaskan kesejahteraan publik dan perlindungan hak anak sebagai bagian vital masa depan bangsa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam tentang implikasi hukum dan sosial dari pengakuan hubungan perdata antara anak lahir di luar nikah dan ayah biologis, terutama dalam hal hak waris dan nafkah. Kedua, penting untuk mengeksplorasi cara-cara yang dapat menjembatani kepentingan hukum positif dengan nilai-nilai syariah, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti perlindungan hak anak dan kesejahteraan keluarga. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak putusan Mahkamah Konstitusi terhadap institusi perkawinan dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi praktik pernikahan di masyarakat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dinamika hukum dan sosial terkait status anak lahir di luar nikah.

  1. KEDUDUKAN ANAK ZINA DITINJAU DARI YURIDIS NORMATIF | Syamsuddin | Hakam : Jurnal Kajian Hukum Islam dan... doi.org/10.33650/jhi.v5i1.2740KEDUDUKAN ANAK ZINA DITINJAU DARI YURIDIS NORMATIF Syamsuddin Hakam Jurnal Kajian Hukum Islam dan doi 10 33650 jhi v5i1 2740
  2. LEGAL RELATIONSHIP BETWEEN ILLEGITIMATE CHILDREN AND THEIR BIOLOGICAL FATHER: The Analysis of Constitutional... doi.org/10.15642/JIIS.2016.10.2.335-354LEGAL RELATIONSHIP BETWEEN ILLEGITIMATE CHILDREN AND THEIR BIOLOGICAL FATHER The Analysis of Constitutional doi 10 15642 JIIS 2016 10 2 335 354
  3. Tanggung Jawab dan Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Dalam Pandangan Islam | Hidayat | Al Hikmah:... doi.org/10.54168/ahje.v1i2.17Tanggung Jawab dan Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Dalam Pandangan Islam Hidayat Al Hikmah doi 10 54168 ahje v1i2 17
Read online
File size382.35 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test