UNHASUNHAS

Riset Sains dan Teknologi KelautanRiset Sains dan Teknologi Kelautan

Ketidakseimbangan pasokan listrik di sistem kepulauan menciptakan permintaan untuk pembangkit berbasis emisi rendah yang kompatibel dengan ukuran jaringan, keselamatan lokasi, dan kondisi pembiayaan. Studi ini mengembangkan asesmen pra-kelayakan konseptual PLTN terapung 250 MWe untuk Maluku Utara dengan mengintegrasikan analisis kebutuhan energi, desain struktur terapung, persyaratan penempatan nuklir-maritim, dan studi ekonomi. Dengan faktor kapasitas 90%, produksi tahunan diperkirakan 1.971 GWh, 45,3% lebih tinggi dari distribusi saat ini. Proyek ini hanya marginally viable dan sangat sensitif terhadap biaya modal, tarif, faktor kapasitas, dan tingkat pembiayaan. Area offshore Halmahera tidak dapat dinyatakan layak hanya berdasarkan kedalaman air dan ruang tersedia; evaluasi seismik, vulkanik, tsunami, metocean, geoteknik, dispersi radiologis, navigasi, keamanan fisik, dan kesiapsiagaan darurat diperlukan.

Pra-kelayakan konseptual menunjukkan bahwa PLTN terapung dapat menjadi opsi pembangkit rendah karbon bagi wilayah kepulauan, tetapi unit 250 MWe belum dapat langsung dinyatakan sesuai untuk Maluku Utara.971 GWh lebih tinggi 45,3% dibandingkan distribusi saat ini, tetapi integrasi grid, cadangan terhadap trip unit, interkoneksi, kontrak off-take industri, atau penggunaan modul lebih kecil merupakan syarat utama.Model ekonomi menunjukkan NPV USD 48,6 juta, IRR 8,52%, payback period 14 tahun, dan LCOE sekitar Rp1.Pengembangan PLTN perlu mengikuti stage-gate yang menggabungkan studi grid, survei tapak berjenjang, desain keselamatan nuklir-maritim, perizinan, partisipasi publik, dan model pembiayaan yang bankable.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi desain reaktor modular kecil alternatif yang lebih sesuai dengan karakteristik grid Maluku Utara. Selain itu, studi tentang integrasi PLTN terapung dengan sistem tenaga surya atau angin di daerah kepulauan dapat meningkatkan keandalan pasokan energi. Penelitian juga perlu mengeksplorasi dampak sosial-ekonomi jangka panjang dari pengembangan PLTN terapung, termasuk dampak terhadap industri perikanan dan pemanfaatan ruang laut. Penelitian tersebut dapat memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih holistik dalam konteks transisi energi nasional.

Read online
File size684.17 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test