UBBUBB

Amreta MeenaAmreta Meena

Kegiatan penambangan timah di Bangka Belitung telah meninggalkan banyak kolong pascatambang yang umumnya bersifat marginal, miskin hara, serta sulit dimanfaatkan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi vegetasi yang tumbuh secara alami pada tiga kolong pascatambang di Kabupaten Bangka sebagai indikator awal proses ekologi. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dengan mencatat, mengidentifikasi, dan mendokumentasikan vegetasi yang ditemukan di sekitar kolong. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan komposisi vegetasi pada tiap kolong. Kolong 1 didominasi oleh pohon dan semak pionir seperti simpur (Dillenia suffruticosa), senggani, senduduk (Melastoma malabathricum), serta akasia (Acacia mangium). Kolong 2 lebih banyak ditumbuhi tumbuhan akuatik dan herba, antara lain teratai (Nymphaea), salvinia (Salvinia molesta), elodea kanada (Elodea canadensis), rumput teki, dan putri malu (Mimosa pudica). Sementara itu, Kolong 3 menampilkan vegetasi khas berupa kantong semar (Nepenthes), kuncup bunga simpur, dan terompet emas (Allamanda cathartica). Temuan ini membuktikan bahwa meskipun kolong terbentuk di lahan miskin hara, ekosistem tetap menunjukkan kemampuan adaptasi melalui tumbuhan pionir, akuatik, maupun spesies unik yang berperan penting dalam pemulihan lingkungan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya rehabilitasi, konservasi, dan pemanfaatan kolong pascatambang.

Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kolong pascatambang timah di Kabupaten Bangka menyimpan potensi ekologis yang penting melalui keberadaan vegetasi alami yang tumbuh di sekitarnya.Kolong 1 didominasi oleh pohon dan semak pionir, Kolong 2 lebih banyak ditumbuhi vegetasi akuatik dan herba rawa, sementara Kolong 3 memperlihatkan keunikan dengan hadirnya spesies khas seperti kantong semar.Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa ekologi berlangsung dengan pola yang berbeda sesuai dengan kondisi abiotik tiap kolong.Vegetasi yang ada tidak hanya berfungsi sebagai indikator pemulihan ekosistem, tetapi juga memiliki peran dalam memperbaiki struktur tanah, menstabilkan kondisi perairan, serta menjaga keanekaragaman hayati.Oleh karena itu, kolong pascatambang tidak seharusnya hanya dianggap sebagai lahan terdegradasi, melainkan juga sebagai ekosistem potensial yang dapat diarahkan untuk program rehabilitasi, konservasi, maupun pengembangan ekowisata.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi perbandingan efektivitas berbagai spesies pionir dalam memperbaiki kesuburan tanah di kolong pascatambang. Selain itu, perlu dilakukan analisis kualitatif tentang peran kantong semar dan spesies unik lainnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem marginal. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi potensi kolong pascatambang sebagai area konservasi spesies langka, khususnya tanaman akuatik dan hewan air yang terdampak aktivitas penambangan.

Read online
File size570.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test