UnwahasUnwahas

Jurnal MediagroJurnal Mediagro

Melon dan cabai adalah komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sangat diminati oleh masyarakt Indonesia. Kabupaten Klaten khususnya di Kecamatan Wedi termasuk pemasok melon di Pasar Jawa Tengah karena mempunyai luasan panen yang besar dengan rata-rata produksi 72,86 KwHa-1 dengan luasan panen 7 Ha akan tetapi hal ini tidak diimbangi dengan produksi cabai yang tinggi (hanya 3,2 Kw Ha-1 dengan luasan panen 5 Ha). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan produk hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi yaitu melon dan cabai yang dibudidayakan secara tumpangsari. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Klaten. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial. Faktor pertama yaitu varietas cabai terdiri dari B1 (cabai rawit merah) dan B2 (cabai merah keriting) dan faktor kedua yaitu varietas melon yang terdiri M1 (melon putih) M2 (melon merah). Tiap perlakuan diulang 3 kali ditambah 4 perlakuan monokultur masing-masing untuk melon dan cabai sebagai kontrol. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis secara deskriptif.

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain.Melon merah mempunyai kecenderungan hasil pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan melon putih, cabai rawit merah mempunyai kecenderungan hasil pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan cabai rawit keriting.Pada sistem tumpangsari melon merah mempunyai potensi hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan melon putih, dan cabai rawit merah mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan cabai keriting.Hasil evaluasi beberapa nilai indikator pada tumpangsari menunjukkan bahwa tumpangsari antara melon merah dan cabai rawit merah lebih berpotensi untuk dikembangkan oleh petani.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan dengan fokus pada aspek-aspek berikut: 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh varietas dan sistem tumpangsari terhadap produktivitas dan kualitas buah melon dan cabai. 2. Menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman, seperti nutrisi tanah, kondisi iklim, dan pengelolaan hama penyakit. 3. Mengevaluasi dampak ekonomi dan sosial dari sistem tumpangsari, termasuk analisis biaya-manfaat dan dampak terhadap pendapatan petani. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang sistem tumpangsari melon dan cabai, serta memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di daerah penelitian.

Read online
File size306.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test