MANDALANURSAMANDALANURSA

Research of Service Administration Health and Sains HealthysResearch of Service Administration Health and Sains Healthys

Rumah sakit merupakan institusi kesehatan yang berfungsi sebagai penyedia layanan dengan karakteristik unik yang berbeda dari produk fisik, sehingga perspektif pemasaran layanan menjadi penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien di lingkungan kesehatan yang kompetitif. Studi ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA untuk mengidentifikasi dan menyintesis bukti empiris dan konseptual terkait karakteristik layanan rumah sakit, dimensi kualitas layanan, campuran pemasaran layanan, serta faktor yang memengaruhi kepuasan dan kesetiaan pasien. Pencarian literatur dilakukan di Scopus, PubMed, Google Scholar, EBSCO, dan ProQuest untuk publikasi dari 2013–2024. Dari 847 artikel yang ditemukan, 42 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Temuan menunjukkan lima tema dominan: karakteristik IHIP dalam layanan rumah sakit, dimensi kualitas layanan berbasis SERVQUAL, penerapan campuran pemasaran layanan 8P, hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan serta kesetiaan pasien, dan peran sumber daya manusia dalam mencapai keunggulan layanan. Tinjauan ini memperkuat relevansi kerangka pemasaran layanan yang diajukan oleh Christopher Lovelock dan Lauren Wright dalam memahami rumah sakit sebagai produk layanan. Secara keseluruhan, rumah sakit memerlukan pendekatan manajemen yang holistik dan berfokus pada pasien, di mana integrasi konsep pemasaran layanan seperti bunga layanan, campuran pemasaran 8P, dan manajemen kualitas layanan dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pasien.

Studi ini menunjukkan bahwa kerangka teoritis IHIP Lovelock dan Wright sangat relevan dalam analisis manajemen rumah sakit.Konsep Bunga Layanan memberikan kerangka analisis yang berguna untuk memahami pengalaman pasien secara keseluruhan.Campuran pemasaran layanan 8P memberikan kerangka manajemen komprehensif bagi eksekutif rumah sakit.Dimensi empati dan jaminan dalam model SERVQUAL menjadi prediktor yang konsisten terhadap kepuasan pasien, terutama di negara berkembang.Perspektif sumber daya manusia menekankan bahwa karyawan, khususnya tenaga medis di garis depan, merupakan determinan kritis dalam kualitas layanan rumah sakit.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan kerangka 8P dalam konteks rumah sakit Indonesia untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kepuasan pasien. Selain itu, studi tentang dampak keterlibatan karyawan dan budaya kerja terhadap kualitas layanan rumah sakit dapat memberikan wawasan baru dalam manajemen sumber daya manusia. Pengembangan kerangka Bunga Layanan yang disesuaikan dengan konteks kesehatan Indonesia juga menjadi arah penelitian yang menarik untuk memperkuat pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan.

Read online
File size295.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test