UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Latar Belakang: Pediatric Intensive Care Unit (PICU), merupakan bangsal perawatan yang dikhususkan bagi anak yang memiliki kondisi medis yang kritis. Kondisi kritis yang dialami oleh anak yang dirawat di PICU tidak terlepas dari keadaan darurat dan dapat beresiko terjadinya kematian. Meskipun angka kematian anak mengalami penurunan setiap tahun, namun kejadian mortalitas di ruang PICU masih menjadi kontributor besar kematian pada anak-anak untuk saat ini. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi karakteristik kematian pada anak di ruang PICU Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian terhadap 53 catatan medis anak menunjukkan rata-rata responden dengan usia 59 bulan (SD 69,29) mengalami kematian, rata-rata lama hari rawat responden yang mengalami kematian yakni 7,94 hari (SD 9,69), rata-rata status neurologis pasien diawal masuk menunjukkan nilai 11,43 (SD 4,496). Pasien dengan diagnosis sepsis menunjukkan frekuensi kematian terbanyak pada penelitian ini. Kesimpulan: Responden dengan kategori usia infant, kategori status neurologis ringan, pemakaian ventilator mekanik, memiliki frekuensi paling banyak mengalami kejadian mortalitas di ruang PICU. Saran pada peneltian ini yaitu diharapkan bagi peneliti lain dapat meneliti variabel-variabel yang berhubungan dengan kematian anak di PICU untuk dapat diungkap secara keseluruhan.

Karakteristik mortalitas anak di PICU sebagian besar didominasi oleh pasien di bawah usia 5 tahun yang terkait dengan ketidakmatangan sistem kekebalan, serta tingkat mortalitas yang tinggi pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di awal perawatan.Penilaian status neurologis dalam penelitian ini hanya dilakukan pada awal perawatan, padahal kemungkinan terjadi penurunan yang signifikan hingga akhir perawatan.Oleh karena itu, disarankan untuk penelitian selanjutnya mengkaji variabel-variabel lain yang terkait secara menyeluruh untuk memahami faktor risiko mortalitas anak di PICU.

Penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi mortalitas anak di PICU yang telah diidentifikasi dalam studi ini. Pertama, mengingat tingginya kematian pada pengguna ventilator, suatu penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai mode ventilator mekanik. Misalnya, apakah mode ventilasi NAVA yang lebih baru benar-benar menawarkan hasil yang lebih baik, seperti tingkat bertahan hidup dan lama rawat, dibandingkan dengan mode Pressure-Controlled Ventilation (PCV) yang umum digunakan pada pasien dengan diagnosis sepsis. Kedua, karena sepsis menjadi diagnosis utama penyebab kematian terutama pada bayi, sebuah penelitian fokus dapat menganalisis secara mendalam bagaimana respons sistem imun yang belum matang. Penelitian ini bisa mengukur biomarker inflamasi spesifik untuk melihat apakah kadar tertentu dapat menjadi prediktor dini yang akurat untuk mengidentifikasi pasien berisiko tinggi kematian. Ketiga, menanggapi keterbatasan penilaian status neurologis, penelitian mendatang sebaiknya merancang studi prospektif untuk mengamati dinamika perubahan skor kesadaran pasien secara berkala dari hari pertama masuk hingga akhir perawatan. Fokusnya adalah untuk menjawab pertanyaan apakah laju penurunan status neurologis justru menjadi prediktor mortalitas yang lebih kuat daripada hanya mengandalkan penilaian saat awal masuk.

  1. #diabetes mellitus#diabetes mellitus
  2. #faktor risiko#faktor risiko
Read online
File size219.84 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1E4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test