BAPPENASBAPPENAS

Bappenas Working PapersBappenas Working Papers

Industrialisasi berbasis sumber daya alam kembali menjadi strategi utama pembangunan ekonomi di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia melalui kebijakan hilirisasi nikel. Namun, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan tidak selalu diikuti oleh peningkatan kesempatan kerja yang sebanding. Penelitian ini menganalisis dampak industrialisasi nikel terhadap pasar tenaga kerja di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang berkembang menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di dunia. Analisis menggunakan data panel periode 2015–2024 dengan pendekatan multidimensi yang mencakup estimasi elastisitas ketenagakerjaan, model difference-in-differences (DiD), analisis upah, serta evaluasi perubahan struktur pasar tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, tetapi tidak menghasilkan ekspansi ketenagakerjaan yang proporsional. Elastisitas ketenagakerjaan hanya sebesar 0,115 dan estimasi DiD tidak menemukan pengaruh signifikan terhadap peningkatan total tenaga kerja. Sebaliknya, industrialisasi terbukti meningkatkan pangsa tenaga kerja formal sekitar 14 poin persentase dibandingkan wilayah kontrol, disertai perbaikan kualitas pekerjaan dan peningkatan upah. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak utama industrialisasi tidak terletak pada penciptaan lapangan kerja massal, melainkan pada transformasi struktur pasar tenaga kerja melalui proses formalisasi dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Penelitian ini mengusulkan konsep transformasi struktural tanpa ekspansi ketenagakerjaan yang proporsional sebagai kerangka untuk memahami industrialisasi berbasis sumber daya pada era transisi energi global.

Secara keseluruhan, pengalaman Morowali menunjukkan bahwa dampak utama industrialisasi berbasis nikel tidak terletak pada penciptaan lapangan kerja massal, melainkan pada transformasi struktur pasar tenaga kerja.Temuan ini mengarah pada konsep transformasi struktural tanpa ekspansi ketenagakerjaan yang proporsional, yaitu kondisi ketika industrialisasi berhasil meningkatkan kualitas dan formalitas pekerjaan tanpa menghasilkan pertumbuhan kesempatan kerja yang setara dengan laju pertumbuhan ekonominya.Konsep tersebut memberikan perspektif baru dalam memahami industrialisasi berbasis sumber daya pada era transisi energi global.Bagi Indonesia, pelajaran utama dari Morowali adalah bahwa keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi dan output ekonomi semata, tetapi juga dari sejauh mana manfaat industrialisasi dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas pekerjaan, produktivitas tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak industrialisasi berbasis sumber daya alam terhadap pasar tenaga kerja di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang mengalami transformasi serupa dengan Morowali. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada analisis dampak industrialisasi terhadap kualitas pekerjaan dan keterampilan tenaga kerja, serta bagaimana industrialisasi dapat mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja secara lebih luas. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi strategi-strategi kebijakan yang dapat meningkatkan keterkaitan antara kawasan industri dan ekonomi lokal, serta bagaimana kebijakan pasar kerja aktif dapat membantu menjangkau lebih banyak tenaga kerja lokal dan meningkatkan kualitas pekerjaan mereka. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak industrialisasi berbasis sumber daya alam terhadap pasar tenaga kerja di Indonesia, serta strategi-strategi kebijakan yang dapat diterapkan untuk memastikan bahwa manfaat industrialisasi dapat dirasakan secara lebih inklusif oleh masyarakat.

  1. Evaluating Indonesia’s Job Loss Insurance Program (JKP): Policy Implications for Financial Assistance,... doi.org/10.4108/eai.30-10-2024.2354824Evaluating IndonesiaAos Job Loss Insurance Program JKP Policy Implications for Financial Assistance doi 10 4108 eai 30 10 2024 2354824
  2. Pasar Kerja Indonesia dan Tugas Negara untuk Memanusiakan Pertumbuhan | Bappenas Working Papers. pasar... doi.org/10.47266/bwp.v8i3.483Pasar Kerja Indonesia dan Tugas Negara untuk Memanusiakan Pertumbuhan Bappenas Working Papers pasar doi 10 47266 bwp v8i3 483
  3. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/978-1-4648-0157-0Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 978 1 4648 0157 0
  4. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/978-1-4648-1457-0Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 978 1 4648 1457 0
  5. Evaluating active labor market policy in Indonesia: A case study of the job loss insurance program |... learning-gate.com/index.php/2576-8484/article/view/8470Evaluating active labor market policy in Indonesia A case study of the job loss insurance program learning gate index php 2576 8484 article view 8470
Read online
File size807.47 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test