STIALANSTIALAN

Jurnal Good GovernanceJurnal Good Governance

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Namun, keberhasilan implementasi program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan infrastruktur, melainkan juga oleh kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sebagai pelaksana kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan SDM aparatur dalam mendukung pelaksanaan MBG secara efektif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai dokumen kebijakan, laporan pemerintah, dan jurnal ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan SDM aparatur dapat dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu: (1) rekrutmen dan reskilling berbasis kompetensi, khususnya di bidang gizi, keamanan pangan, dan literasi digital; (2) penguatan sinergi lintas sektor melalui pendekatan collaborative governance; serta (3) peningkatan integritas dan sistem pengawasan berbasis kinerja. Selain itu, diperlukan dukungan kebijakan berupa pelatihan khusus bagi pejabat pengadaan, pelibatan tenaga lokal, serta penerapan insentif berbasis kinerja. Dengan strategi tersebut, diharapkan kapasitas aparatur pemerintah dapat meningkat sehingga mampu mendukung implementasi MBG secara optimal, transparan, dan akuntabel.

Penguatan SDM aparatur merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis pemerintah.Melalui strategi rekrutmen dan reskilling berbasis kompetensi, aparatur dapat ditempatkan secara tepat sesuai kebutuhan teknis program, didukung dengan peningkatan kapasitas di bidang keamanan pangan dan literasi digital.Sinergi lintas sektor yang efektif juga menjadi elemen penting dalam memastikan koordinasi antar lembaga berjalan optimal, sehingga menghindari tumpang tindih kebijakan dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan.Di sisi lain, penguatan integritas dan sistem pengawasan berbasis kinerja diperlukan untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan distribusi program.Rekomendasi kebijakan seperti mandat diklat khusus, pelibatan tenaga lokal, dan insentif berbasis kinerja semakin mempertegas pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan SDM aparatur.

Bagaimana pengembangan modul pelatihan berbasis kompetensi gizi dan keamanan pangan dapat meningkatkan efektivitas aparatur di daerah terpencil? Bagaimana mekanisme interaksi antara unit pengadaan, logistik, dan sekolah dapat dioptimalkan melalui sistem berbasis data real‑time untuk meminimalkan kehilangan dan pemborosan? Bagaimana insentif berbasis kinerja dapat dirancang agar tidak menimbulkan distorsi perilaku, sekaligus memperkuat budaya organisasi yang adaptif dan transparan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis?.

  1. Free Nutritious Meal Program as a Human Resource Development Strategy to Support National Defence | International... doi.org/10.61242/ijabo.24.454Free Nutritious Meal Program as a Human Resource Development Strategy to Support National Defence International doi 10 61242 ijabo 24 454
  2. Jurnal ARISTO. application good corporate governance gcg state owned enterprises aristo jurnal authors... journal.umpo.ac.id/index.php/aristo/article/view/LMTHHJurnal ARISTO application good corporate governance gcg state owned enterprises aristo jurnal authors journal umpo ac index php aristo article view LMTHH
  3. Dampak Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan |... journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/660Dampak Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan journal intelekmadani index php ijipublication article view 660
Read online
File size229.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test