Tel-UTel-U

Journal of Computer, Electronic, and TelecommunicationJournal of Computer, Electronic, and Telecommunication

Perpindahan penanda batas adalah salah satu masalah utama yang dapat menyebabkan batas wilayah yang tidak jelas dan sengketa lahan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem deteksi perpindahan penanda batas berbasis mikrokontroler menggunakan sensor akselerometer MPU6050 untuk memantau perubahan kemiringan penanda secara real-time. Sistem yang diusulkan terdiri dari Arduino Uno, sensor MPU6050, LCD I2C, buzzer, dan pasokan daya baterai. Data akselerasi sepanjang sumbu X, Y, dan Z diproses untuk menghitung sudut roll dan pitch, yang kemudian dibandingkan dengan ambang batas yang ditentukan sebelumnya sebesar 20° untuk mengklasifikasikan kondisi penanda sebagai Aman atau Bahaya. Kalibrasi sensor dilakukan dengan penanda dalam posisi tegak sebagai referensi awal sebelum pengujian. Evaluasi eksperimental dilakukan pada sudut kemiringan 0°, 5°, 10°, 15°, 20°, 25°, dan 30°, dengan 30 sampel dikumpulkan pada setiap sudut. Hasil eksperimental menunjukkan bahwa sistem secara konsisten mengubah statusnya menjadi Bahaya ketika sudut pitch yang diukur mencapai atau melebihi ambang batas 20°. Uji ulang, yang dilakukan selama sepuluh percobaan, menghasilkan sudut deteksi rata-rata sebesar 21,18°, sedangkan uji waktu respons menghasilkan waktu respons rata-rata sebesar 13,57 detik. Selain itu, semua eksperimen berhasil mendeteksi perubahan kemiringan penanda tanpa ada kegagalan deteksi. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan memberikan kinerja yang stabil dan konsisten serta mampu memberikan peringatan dini yang andal untuk potensi perpindahan penanda batas.

Berdasarkan hasil penelitian, sensor akselerometer MPU6050 mampu mendeteksi perubahan kemiringan penanda secara konsisten dengan menghitung sudut roll dan pitch.Data sensor diproses oleh Arduino Uno untuk menentukan kondisi penanda berdasarkan nilai ambang batas yang ditentukan sebelumnya.Hasil menunjukkan bahwa sistem mempertahankan status Aman ketika sudut pitch di bawah 20°, sedangkan status berubah menjadi Bahaya ketika sudut pitch mencapai atau melebihi 20°.Nilai ambang batas 20° dipilih berdasarkan pengujian eksperimental dengan sepuluh percobaan berulang, menunjukkan bahwa klasifikasi tidak ditentukan secara sembarangan tetapi berdasarkan pengukuran langsung yang diperoleh dari prototipe yang dikembangkan.Temuan ini menunjukkan bahwa ambang batas yang dipilih sebesar 20° secara efektif membedakan antara kondisi normal dan perpindahan penanda batas sambil meminimalkan kemungkinan alarm palsu yang disebabkan oleh perubahan kemiringan kecil.Hasil Uji Ulang menunjukkan bahwa sistem memberikan kinerja yang stabil dengan sudut deteksi rata-rata sebesar 21,18° dalam sepuluh percobaan berulang.Variasi kecil yang diamati antara percobaan berada dalam rentang yang dapat diterima dan disebabkan oleh kebisingan sensor serta proses pengayunan manual.Selain itu, Uji Waktu Respons menghasilkan waktu respons rata-rata sebesar 13,57 detik, menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan kondisi penanda segera setelah sudut kemiringan melebihi ambang batas yang ditentukan sebelumnya.Hasil ini mengonfirmasi bahwa sistem yang diusulkan memiliki konsistensi yang baik dalam mendeteksi perpindahan penanda batas.Secara keseluruhan, integrasi sensor MPU6050, Arduino Uno, LCD 16x2, buzzer, dan baterai Lithium-Ion 18650 berhasil menghasilkan sistem deteksi perpindahan penanda batas yang real-time, stabil, dan andal.Selain kinerja deteksi, konsumsi energi juga merupakan pertimbangan penting untuk implementasi lapangan yang praktis.Perangkat menggunakan baterai Lithium-Ion 18650 yang dapat diisi ulang sebagai sumber daya karena menawarkan kapasitas yang relatif tinggi, kemampuan pengisian ulang, dan ketersediaan yang luas.Dalam penelitian ini, eksperimen difokuskan pada kemampuan sistem untuk mendeteksi kemiringan penanda.oleh karena itu, pengukuran kuantitatif konsumsi daya, waktu operasi baterai, dan siklus pengisian ulang tidak dilakukan.Namun, penggunaan baterai yang dapat diisi ulang memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk mengoperasikan sistem di lokasi tanpa pasokan daya permanen.Akibatnya, mengevaluasi konsumsi energi dan masa pakai baterai direkomendasikan sebagai pekerjaan masa depan untuk meningkatkan kepraktisan sistem yang diusulkan.Sistem saat ini menggunakan buzzer sebagai perangkat peringatan lokal, yang berarti bahwa perpindahan penanda batas hanya dapat dideteksi oleh pengguna yang berada di dekat prototipe.Pendekatan ini sengaja diadopsi untuk fokus pada pengembangan metode deteksi kemiringan menggunakan sensor MPU6050.Untuk meningkatkan aplikabilitasnya dalam pemantauan dunia nyata, sistem dapat lebih ditingkatkan dengan mengintegrasikan teknologi komunikasi nirkabel seperti LoRa, GSM, Wi-Fi, atau Internet of Things (IoT), memungkinkan transmisi status penanda batas secara real-time ke pusat pemantauan jarak jauh.Peningkatan seperti itu akan memungkinkan pengawasan jarak jauh dan mendukung respons yang lebih cepat dan efisien terhadap potensi perpindahan penanda batas.

Untuk meningkatkan kepraktisan sistem, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi kuantitatif konsumsi energi dan masa pakai baterai. Selain itu, mengintegrasikan teknologi komunikasi nirkabel seperti LoRa, GSM, atau Internet of Things (IoT) dapat memungkinkan transmisi status penanda batas secara real-time ke pengguna jarak jauh, meningkatkan kemampuan pengawasan jarak jauh dan respons yang lebih cepat terhadap potensi perpindahan penanda batas. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi metode pengolahan data dan algoritma yang lebih canggih untuk meningkatkan akurasi dan keandalan sistem deteksi perpindahan penanda batas.

  1. Sistem monitoring pendeteksi kantuk pada prajurit menggunakan pulse sensor berbasis android untuk kesiapsiagaan... doi.org/10.37373/infotech.v5i1.1174Sistem monitoring pendeteksi kantuk pada prajurit menggunakan pulse sensor berbasis android untuk kesiapsiagaan doi 10 37373 infotech v5i1 1174
  2. Hostage Liberation Operations using Wheeled Robots Based on LIDAR (Light Detection and Ranging) Sensors... journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/matrik/article/view/3493Hostage Liberation Operations using Wheeled Robots Based on LIDAR Light Detection and Ranging Sensors journal universitasbumigora ac index php matrik article view 3493
  3. Design and Implementation of a Microcontroller-Based Boundary Marker Displacement Detection System Using... doi.org/10.52435/complete.v7i1.11140Design and Implementation of a Microcontroller Based Boundary Marker Displacement Detection System Using doi 10 52435 complete v7i1 11140
Read online
File size761.04 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test