PTIQPTIQ

Al-DhikraAl-Dhikra

Yūsuf al-Qarḍāwī seorang cendikiawan muslim kontemporer berkebangsaan Mesir sudah banyak menuangkan kontribusi terutama pada wilayah kajian hadis. Namun di samping keahliannya tersebut, Qarḍāwī kerap dikritik karena disinyalir sebagai anggota Ikhwānul Muslimūn. Oleh sebab itu penulisan artikel ini difungsikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman hadis Yūsuf al-Qarḍāwī dalam hadis Al-Ghuluw Fī Al-Dīn yang berada pada karyanya yaitu Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks, dimana teks hadis akan diambil melalui data primer dari kitab Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf. Dalam penelitian ini yang dilakukan adalah pembacaan pemahaman Yūsuf al-Qarḍāwī terkait hadis yang bersangkutan, baik dari segi asbāb al-wurūd dan kata lain dari al-Ghuluw. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kata Ghuluw dalam hadis mencakup pemaknaan yang luas. Oleh karena itu makna Ghuluw dalam pandangan Yūsuf al-Qarḍāwī tidak hanya ditujukan kepada tokoh pendahulu seperti ahli kitab atau kaum Nasrāni, namun juga kepada para kelompok fanatik dan para rezim pemerintah yang secara berlebihan memaksa para Ikhwānul Muslimūn agar tunduk dengan sepenuhnya terhadap pemerintah.

Yūsuf al-Qarḍāwī dalam memahami hadis Al-Ghuluw Fī al-Dīn yang terdapat pada Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf mengawali dengan memaparkan asbāb al-wurūd hadis, dimana ia memaparkan bahwa hadis ini dilakukan pada saat Nabi Muhammad akan melaksanakan haji wadā, dan hendak melempar jumrah.Bagi Yūsuf al-Qarḍāwī dari hadis tersebut sudah jelas jika kita dilarang berbuat berlebihan dalam segi apapun, yang akan menyebabkan pelampauan batas.Yūsuf al-Qarḍāwī menguatkan dalihnya dengan mengutip ayat al-Quran yang terletak dalam surah Maidah ayat 77.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam konteks sejarah penggunaan hadis Al-Ghuluw fī al-Dīn dalam perdebatan antara kelompok Islam modern dan tradisional. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan interpretasi hadis ini di kalangan ulama kontemporer dari berbagai negara, terutama yang berbeda dalam pendekatan wasatiyyahnya. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada dampak sosial dari interpretasi hadis ini terhadap praktik keagamaan masyarakat modern, terutama dalam menghadapi tantangan radikalisme dan intoleransi.

Read online
File size575.93 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test