TRISAKTITRISAKTI

Jurnal Magister Akuntansi TrisaktiJurnal Magister Akuntansi Trisakti

Penelitian ini mengkaji semakin pentingnya mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan ke dalam tata kelola perusahaan dan praktik pelaporan. Seiring dengan terus berkembangnya lingkungan bisnis global, perusahaan tidak hanya dituntut untuk berfokus pada kinerja keuangan, tetapi juga menangani dampak sosial dan lingkungan dari operasional mereka. Menanggapi tuntutan pemangku kepentingan yang semakin meningkat akan transparansi keberlanjutan, pembentukan komite keberlanjutan telah muncul sebagai mekanisme tata kelola utama untuk meningkatkan kredibilitas dan kualitas pelaporan keberlanjutan. Namun, dalam praktiknya, fungsi komite keberlanjutan sering kali tetap terpisah dari proses pelaporan keuangan tradisional, yang berpotensi menciptakan kesenjangan informasi yang dapat mengganggu kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak integrasi komite keberlanjutan ke dalam pelaporan keuangan tradisional terhadap kualitas informasi, persepsi dan kepercayaan pemangku kepentingan, serta kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan Model Persamaan Struktural–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel, termasuk peran mediasi kualitas informasi dan persepsi pemangku kepentingan. Literatur menunjukkan bahwa tata kelola keberlanjutan yang lebih kuat melalui integrasi tersebut meningkatkan relevansi, keandalan, dan kelengkapan pengungkapan korporat. Selain itu, komite keberlanjutan berkontribusi pada persepsi pemangku kepentingan yang lebih positif, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. Model konseptual yang diusulkan menyatakan bahwa integrasi komite keberlanjutan secara positif memengaruhi kualitas informasi dan persepsi pemangku kepentingan, yang selanjutnya memengaruhi kinerja perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur pelaporan keberlanjutan terintegrasi dan memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dan regulator dalam memperkuat akuntabilitas dan transparansi, khususnya dalam konteks Indonesia.

The empirical results indicate that sustainability committee integration has a statistically significant and positive effect on reporting quality (β = 0.This finding provides strong support for stakeholder theory, which emphasizes the importance of transparency and accountability in fulfilling stakeholder expectations.The presence of an integrated sustainability committee enhances oversight and coordination within reporting processes, thereby improving the relevance, reliability, and consistency of both financial and sustainability-related disclosures.This result suggests that companies with more robust sustainability governance mechanisms are better positioned to produce high-quality information that meets the needs of diverse stakeholders.Furthermore, the results reveal that sustainability committee integration also has a statistically significant positive effect on stakeholder perception and trust (β = 0.This finding is consistent with signaling theory, which posits that strong governance structures function as credible signals to external stakeholders regarding a companys commitment to sustainability and ethical practices.The existence of a well-functioning sustainability committee indicates that sustainability is embedded as a strategic priority rather than treated as a symbolic or compliance-driven activity.Consequently, stakeholders including investors, regulators, and the public are more likely to perceive the company as transparent, responsible, and trustworthy.In addition, the mediation analysis confirms that reporting information quality and stakeholder perception serve as important transmission mechanisms through which sustainability governance influences firm performance.Specifically, sustainability committee integration enhances reporting quality, which subsequently improves stakeholder perception and trust, ultimately leading to improved company performance.These findings are aligned with legitimacy theory and information asymmetry theory, which suggest that high-quality disclosures reduce information asymmetry, strengthen organizational legitimacy, and enhance stakeholder confidence.Therefore, the effect of sustainability governance on firm performance operates not only directly but also through structured and sequential indirect pathways.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengkaji lebih dalam peran komite keberlanjutan dalam meningkatkan kualitas pelaporan informasi dan persepsi pemangku kepentingan, serta dampak langsung dan tidak langsungnya terhadap kinerja perusahaan. . . 2. Meneliti bagaimana integrasi komite keberlanjutan dapat meningkatkan kredibilitas dan keandalan informasi yang disampaikan, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan persepsi positif dari berbagai pemangku kepentingan. . . 3. Melakukan studi komparatif antara perusahaan yang telah mengintegrasikan komite keberlanjutan dengan perusahaan yang belum, untuk menganalisis perbedaan kualitas pelaporan dan kinerja perusahaan. . . 4. Meneliti lebih lanjut bagaimana komite keberlanjutan dapat membantu perusahaan dalam mengelola risiko dan peluang terkait dengan isu-isu keberlanjutan, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. . . 5. Mengkaji dampak jangka panjang dari integrasi komite keberlanjutan terhadap kinerja perusahaan dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi reputasi perusahaan di mata pemangku kepentingan.

  1. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti. analysis impact integrating reporting traditional financial statements... e-journal.trisakti.ac.id/index.php/jmat/article/view/24883Jurnal Magister Akuntansi Trisakti analysis impact integrating reporting traditional financial statements e journal trisakti ac index php jmat article view 24883
Read online
File size359.44 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test