ARIPIARIPI
Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan BiologiJurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan BiologiRebonding merupakan prosedur pelurusan rambut secara kimiawi yang populer di Indonesia. Prosedur ini melibatkan dua tahap reaksi reduksi-oksidasi pada ikatan disulfida keratin menggunakan ammonium thioglycolate dan hidrogen peroksida. Meskipun efektif menghasilkan rambut yang lebih lurus, rebonding berpotensi merusak struktur kutikula rambut secara signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan morfologi permukaan rambut sebelum dan sesudah perlakuan rebonding melalui pendekatan studi kasus deskriptif komparatif menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Sampel terdiri atas satu helai rambut sehat tanpa perlakuan kimia (kontrol) dan satu helai rambut pasca-rebonding yang diperoleh dari individu perempuan. Preparasi sampel dilakukan dengan gold-sputter coating sebelum pengamatan SEM. Citra SEM representatif dari masing-masing sampel kemudian dibandingkan secara kualitatif berdasarkan kondisi morfologi kutikula. Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan morfologi yang jelas antara kedua sampel: rambut kontrol memperlihatkan kutikula yang tersusun rapat dan teratur dengan permukaan halus, sementara rambut pasca-rebonding menunjukkan erosi permukaan dan retakan di beberapa bagian kutikula. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa prosedur rebonding menyebabkan kerusakan morfologi kutikula yang nyata dan teridentifikasi secara visual melalui SEM, serta memberikan landasan ilmiah bagi pengembangan produk perawatan pasca-rebonding yang lebih protektif.
Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), rambut sehat menunjukkan susunan kutikula yang teratur, rapat, dan relatif homogen, sedangkan rambut pasca-rebonding mengalami perubahan morfologi yang ditandai dengan kerusakan sisik kutikula, munculnya retakan atau lubang kecil, erosi permukaan kutikula, serta ketidakteraturan susunan kutikula.Perubahan tersebut mengindikasikan bahwa prosedur rebonding menyebabkan penurunan integritas lapisan kutikula akibat kombinasi perlakuan kimia dan panas.Oleh karena itu, penggunaan prosedur rebonding sebaiknya dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan frekuensi dan perawatan rambut pasca-rebonding untuk meminimalkan kerusakan rambut.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengombinasikan analisis morfologi menggunakan SEM dengan pengukuran sifat fisik dan kimia rambut, seperti porositas, kekuatan tarik, atau kandungan protein keratin sehingga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait dampak rebonding terhadap kualitas rambut.
Penelitian lanjutan dapat menggabungkan analisis SEM dengan teknik pengukuran sifat fisik dan kimia rambut untuk memahami hubungan antara morfologi kutikula dan parameter mekanik rambut. Selain itu, perlu dikembangkan metode perawatan rambut berbasis bahan alami atau nanomaterial yang mampu memperbaiki struktur kutikula setelah perlakuan rebonding. Terakhir, penelitian tentang dampak jangka panjang dari frekuensi penggunaan rebonding pada struktur rambut dan kesehatan kulit kepala juga perlu dilakukan untuk memberikan rekomendasi yang lebih aman bagi konsumen.
- Mineral Characterization Using Scanning Electron Microscopy (SEM): A Review of the Fundamentals, Advancements,... mdpi.com/2076-3417/13/23/12600Mineral Characterization Using Scanning Electron Microscopy SEM A Review of the Fundamentals Advancements mdpi 2076 3417 13 23 12600
- Types and characteristics of hair across different countries: results | CCID. types hair across different... doi.org/10.2147/CCID.S377009Types and characteristics of hair across different countries results CCID types hair across different doi 10 2147 CCID S377009
- . 0 doi.org/10.3390/polym15030608A 0 doi 10 3390 polym15030608
- Prevention of chemically induced hair damage by means of treatment based on proteins and polysaccharides... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jocd.14148Prevention of chemically induced hair damage by means of treatment based on proteins and polysaccharides onlinelibrary wiley doi 10 1111 jocd 14148
- Chemical bonds and hair behaviour—A review - Breakspear - 2024 - International Journal of Cosmetic... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ics.12967Chemical bonds and hair behaviourAiA review Breakspear 2024 International Journal of Cosmetic onlinelibrary wiley doi 10 1111 ics 12967
| File size | 560.08 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPIARIPI Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut agar bisa membandingkan kadar fenolat total ekstrak metanol daun tumbuhan Sacha Inchi (Plukenetia volubilisDisarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut agar bisa membandingkan kadar fenolat total ekstrak metanol daun tumbuhan Sacha Inchi (Plukenetia volubilis
ARIPIARIPI Jumlah sampel biopellet dalam penelitian ini adalah 10 sampel dengan berbagai variasi suhu bahan dasar. Perbandingan cangkang dan inti biji karet dalamJumlah sampel biopellet dalam penelitian ini adalah 10 sampel dengan berbagai variasi suhu bahan dasar. Perbandingan cangkang dan inti biji karet dalam
ARIPIARIPI Namun, implementasi ini menghadapi kendala utama seperti keterbatasan sarana prasarana, akses internet, dan pelatihan guru. Upaya yang dilakukan meliputiNamun, implementasi ini menghadapi kendala utama seperti keterbatasan sarana prasarana, akses internet, dan pelatihan guru. Upaya yang dilakukan meliputi
JURNALUGNJURNALUGN Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama sehingga pelaksanaan strategi lebih difokuskan pada fasilitasi non-materi seperti pembinaan,Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama sehingga pelaksanaan strategi lebih difokuskan pada fasilitasi non-materi seperti pembinaan,
APPISIAPPISI Hal ini menunjukkan bahwa bahan jilbab memengaruhi sirkulasi udara dan kelembapan kulit kepala. Pentingnya perawatan rambut bagi pengguna jilbab juga ditekankan,Hal ini menunjukkan bahwa bahan jilbab memengaruhi sirkulasi udara dan kelembapan kulit kepala. Pentingnya perawatan rambut bagi pengguna jilbab juga ditekankan,
ARIPIARIPI Pembelajaran PPKn di SD Negeri 2 Pereng berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan rutin seperti doa, piket kelas, musyawarah,Pembelajaran PPKn di SD Negeri 2 Pereng berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan rutin seperti doa, piket kelas, musyawarah,
ARIPIARIPI Implementasi P5 terbukti memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, khususnya dalam aspek sopan santun, gotong royong, tanggung jawab,Implementasi P5 terbukti memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, khususnya dalam aspek sopan santun, gotong royong, tanggung jawab,
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Infeksi yang sering menyerang balita pada usia tersebut antara lain Diare, Demam dan ISPA. Data yang diperoleh dari Desa Lemper menunjukkan bahwa penyakitInfeksi yang sering menyerang balita pada usia tersebut antara lain Diare, Demam dan ISPA. Data yang diperoleh dari Desa Lemper menunjukkan bahwa penyakit
Useful /
STIESIASTIESIA Praktik ESG pada budidaya rumput laut secara signifikan meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman obligasi biru, yang pada gilirannya memperbaiki kelayakanPraktik ESG pada budidaya rumput laut secara signifikan meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman obligasi biru, yang pada gilirannya memperbaiki kelayakan
STIESIASTIESIA Secara praktis, perusahaan disarankan untuk memperkuat sistem inovasi dan layanan pasca pembelian, serta menyelaraskan pengembangan manajerial dengan fungsiSecara praktis, perusahaan disarankan untuk memperkuat sistem inovasi dan layanan pasca pembelian, serta menyelaraskan pengembangan manajerial dengan fungsi
UNJAUNJA Qualitative research is applied in this research. The research object is the hate speech by the social media user addressed to Puan Maharani. The techniquesQualitative research is applied in this research. The research object is the hate speech by the social media user addressed to Puan Maharani. The techniques
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dengan kejadian kecelakaan kerja pada siswa Boarding School dan Pondok PesantrenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dengan kejadian kecelakaan kerja pada siswa Boarding School dan Pondok Pesantren