ARIPIARIPI

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara IndonesiaJurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia

Kajian ini bertujuan menelaah tingkat penguasaan dan penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan filosofis negara (Philosofische Grondslag) di kalangan pelajar Indonesia, terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan gangguan informasi di era digital. Dari perspektif hukum, Pancasila berkedudukan sebagai norma fundamental negara (Staatsfundamentalnorm) yang menjadi basis seluruh sistem hukum Indonesia (Grundnorm), sekaligus berfungsi sebagai perekat persatuan bangsa dan pandangan hidup nasional (Weltanschauung). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel insidental melibatkan 10 siswa sebagai responden. Alat pengumpulan data berupa angket tertutup menggunakan skala Likert dengan empat opsi jawaban, yang mengevaluasi empat dimensi: (1) penguasaan terhadap kelima sila, (2) pemahaman Pancasila sebagai fondasi negara, (3) pengetahuan historis tentang perumusan Pancasila, dan (4) praktik nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas keseharian. Temuan penelitian mengindikasikan tingkat pemahaman yang sangat memadai di kalangan responden terkait posisi Pancasila sebagai landasan negara (93,3% Sangat Setuju) dan urgensi pemahaman Pancasila bagi seluruh rakyat Indonesia (93,3% Sangat Setuju). Sebagian besar responden merasa mampu mendeskripsikan kelima sila Pancasila (73,3% Sangat Setuju) dan memahami fungsi Pancasila dalam memelihara kesatuan bangsa. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam perilaku keseharian seperti sikap toleran dan semangat gotong royong memperlihatkan tingkat persetujuan yang tinggi (akumulasi 86,6% Setuju dan Sangat Setuju). Meskipun demikian, teridentifikasi adanya kesenjangan pemahaman pada dimensi sejarah perumusan Pancasila, dengan 20% responden memberikan respons netral. Institusi pendidikan dinilai telah berkontribusi secara efektif (total 93,3% Setuju dan Sangat Setuju) dalam mendorong internalisasi nilai-nilai tersebut. Secara komprehensif, tingkat pemahaman pelajar terhadap Pancasila sebagai dasar negara tergolong memuaskan. Studi ini menyarankan penguatan materi pembelajaran mengenai proses historis pengesahan Pancasila serta inovasi dalam metode pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan aplikatif (bersifat edukatif, rekreatif, reflektif, dan futuristik) guna menjamin internalisasi nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh—mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik—sebagai pilar ketahanan ideologi nasional dalam menghadapi tantangan masa depan.

Siswa memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai Pancasila sebagai dasar negara.Mayoritas peserta mampu menjelaskan lima sila Pancasila, mengerti posisi Pancasila sebagai landasan negara, serta menyadari betapa pentingnya Pancasila bagi setiap warga negara.Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, termasuk toleransi dan gotong royong, telah berusaha diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, meski konsistensinya masih beragam.Sisi yang agak lemah terlihat pada pengetahuan mengenai sejarah pengesahan Pancasila, karena sejumlah responden menunjukkan sikap netral.Sekolah dianggap memiliki peranan krusial dalam memfasilitasi penerapan nilai-nilai Pancasila.Secara umum, siswa menunjukkan penerimaan dan kesadaran yang kuat terhadap Pancasila sebagai pedoman bagi bangsa.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penguatan materi sejarah pengesahan Pancasila terhadap pemahaman siswa. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi metode pembelajaran inovatif seperti penggunaan media interaktif untuk meningkatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila. Terakhir, studi tentang peran keluarga dan masyarakat dalam memperkuat penerapan nilai Pancasila di luar lingkungan sekolah dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan.

Read online
File size471.45 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test