POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA

TEPIANTEPIAN

Industri Peer-to-Peer (P2P) lending saat ini menghadapi tantangan keberlanjutan yang kritis, terutama karena saturasi pasar yang intens dan meningkatnya risiko Non-Performing Loans (NPL). Model bisnis konvensional yang bergantung pada pendapatan berbasis bunga semakin rapuh dalam lingkungan keuangan yang volatil. Penelitian ini mengusulkan kerangka Enterprise Architecture (EA) komprehensif untuk mengubah platform Fintech dari perantara pinjaman tradisional menjadi pengorganisir finansial cerdas yang terintegrasi dalam ekosistem kota pintar. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan Desain Science Research (DSR) dengan menggabungkan Business Model Canvas untuk penyelarasan strategis dan standar ArchiMate 3.1 untuk pemodelan struktur teknis. Model pendapatan multi-stream yang diajukan terdiri dari tiga pilar utama: AI-based Credit Scoring sebagai Layanan (CSaaS) untuk meningkatkan interoperabilitas lintas platform, Analitik Perilaku Kredit yang memonetisasi data dark data yang sebelumnya tidak terpakai, dan Skoring Kredit Terintegrasi untuk lingkungan transaksi frekuensi tinggi. Hasil menunjukkan bahwa beralih ke paradigma Fintech-as-a-Service secara signifikan mengurangi risiko finansial dengan mengganti ketergantungan pada bunga pinjaman dengan aliran pendapatan berbasis biaya yang stabil.

Penelitian ini merancang arsitektur perusahaan yang mengubah model pendapatan platform pinjaman menjadi aliran pendapatan yang dioptimalkan secara cerdas.Solusi arsitektur yang dirancang mengatasi celah penelitian sebelumnya dengan menunjukkan bahwa ketergantungan pada pendapatan bunga dapat dikurangi melalui implementasi biaya transaksi tertanam dan layanan analitik pihak ketiga.Pengembangan arsitektur yang memisahkan beban komputasi berat dari proses pengambilan keputusan transaksional memastikan pengurangan signifikan risiko operasional dan default.Memanfaatkan data historis untuk komoditas analitis berbasis langganan menawarkan pendekatan inovatif untuk memaksimalkan semua aset digital.Untuk memperkuat implementasi model yang dibangun, penelitian masa depan perlu mengeksplorasi integrasi protokol keamanan berbasis blockchain dalam pertukaran data lintas institusi untuk memastikan tingkat privasi pengguna sesuai dengan standar regulasi keuangan global terbaru.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi blockchain untuk mengamankan pertukaran data lintas institusi dalam ekosistem kota pintar, memastikan privasi pengguna sesuai regulasi global. Selain itu, studi tentang penggunaan analitik real-time untuk mendeteksi kecurangan dalam transaksi Fintech bisa menjadi arah penting. Peneliti juga dapat mengevaluasi dampak penggunaan teknologi AI untuk memahami perilaku pengguna di lingkungan digital kota pintar, sehingga memperbaiki model skoring kredit dan meningkatkan inklusi keuangan. Pendekatan ini tidak hanya mengisi celah penelitian yang ada, tetapi juga memberikan solusi praktis untuk tantangan regulasi dan keamanan data yang semakin kompleks.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s43093-023-00268-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s43093 023 00268 3
  2. ANALYSIS OF CABLE NETWORK READINESS FOR THE IMPLEMENTATION OF ENTERPRISE RESOURCE PLANNING INFORMATION... ejournal.unkhair.ac.id/index.php/jiko/article/view/8624ANALYSIS OF CABLE NETWORK READINESS FOR THE IMPLEMENTATION OF ENTERPRISE RESOURCE PLANNING INFORMATION ejournal unkhair ac index php jiko article view 8624
Read online
File size2.14 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test