JURNALUGNJURNALUGN

STATIKASTATIKA

Kualitas beton dapat diketahui melalui perencanaan dan pengawasan yang lebih baik dan teliti terhadap bahan-bahan yang akan dipakai. Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang disebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Batu cadas (batu trass) banyak terdapat di Daerah Paranginan Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai perbandingan kuat tekan beton dan sifat-sifat (kekuatan, berat isi, dan nilai slump) beton berbahan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti agregat kasar terhadap beton normal.

Setelah melakukan penelitian Pengaruh Penggunaan Batu Cadas di Daerah Paranginan Kabupaten Padang Lawas Utara Sebagai agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pengaruh perbandingan kuat tekan beton normal dengan kuat tekan beton yang ditambahkan batu cadas adalah berada pada nilai kuat tekan beton normal lebih besar dibanding dengan sesudah ditambah batu cadas yang artinya pada hasil beton normal lebih keras dibandingkan dengan beton yang dicampur dengan batu cadas.Pada umur 7 hari nilai kuat tekan beton normal, variasi 10% dan variasi 20% secara berturut turut sebesar 5,56 N/mm2, 4,99 N/mm2 dan 4,71 N/mm2.Pada umur 14 hari nilai kuat tekan beton beton normal, variasi 10% dan variasi 20% secara berturut turut sebesar 6,41 N/mm2, 5,56 N/mm2 dan 5,18 N/mm2.Pada umur 28 hari nilai kuat tekan beton beton normal, variasi 10% dan variasi 20% secara berturut turut sebesar 8,58 N/mm2, 7,73 N/mm2 dan 6,13 N/mm2.Penggunaan Batu Cadas dengan persentasi cadas 10% dan 20 % tidak mencapai kekuatan sesuai standar yang direncanakan yaitu K-225.Sehingga tidak dapat digunakan sebagai alternatif split.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pasir yang digunakan dalam campuran beton, karena pasir yang berkualitas baik dapat mempengaruhi hasil beton. Selain itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap kandungan lumpur pada agregat halus, agar campuran beton dapat mencapai kekuatan sesuai standar yang direncanakan. Dalam proses penuangan campuran segar ke dalam cetakan silinder, perlu dilakukan dengan lebih teliti dan merata agar tidak menimbulkan pori-pori pada beton yang sudah kering. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan tambahan untuk penelitian selanjutnya, dengan harapan hasil penelitian selanjutnya akan lebih baik dari penelitian sebelumnya.

Read online
File size414.12 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test