JURNALUGNJURNALUGN

STATIKASTATIKA

Persimpangan jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua jalan atau lebih. Kinerja jaringan jalan harus memperhitungkan tundaan akibat adanya simpang, baik itu simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal. Pada simpang tidak bersinyal ini, terjadi kemacetan yang disebabkan oleh hambatan samping, tingginya populasi kendaraan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur (prasarana) jalan yang memadai. Menganalisa kapasitas dan tingkat kinerja suatu simpangan tidak bersinyal maka diperlukan data dari lapangan, berupa data geometrik simpang (lebar tiap kaki simpang), jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi persimpangan setelah dikalikan dengan angka ekivalensi dari masing-masing kendaraan, sehingga diperoleh keseragaman dalam satuan mobil penumpang (SMP). Kemudian dihitung kapasitas dan tingkat kinerja persimpangan yang meliputi derajat kejenuhan, dan tundaan simpangan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) 2668,33 (smp/jam), derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,74 det/smp, dan tundaan (D) simpangan sebesar 11,74 det/smp. Maka diperoleh tingkat pelayanan pada Kinerja Simpang Tiga Jalan Abdul Jalil Lubis-Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan masih mampu menampung volume lalu lintas, akan tetapi untuk kedapannya harus ada penelitian lebih lanjut karena dalam penelitian yang dilakukan nilai derajat kejenuhan sudah mendekati nilai standar derajat kejenuhan.

Berdasarkan kapasitas simpang sebesar C = 2668,33 (smp/jam) dengan arus lalu lintas 1997.8 smp/jam dibandingkan apabila dengan kapasitas dasar simpang yang memiliki 2700 skr/jam maka sangat mendekati nilai kapasitas dasar, semakin nilai kapasitas mendekati kapasitas dasar maka itu dapat berdampak buruk seperti terjadinya kemacetan di persimpangan.Derajat kejenuhan pada persimpangan didapati dengan derajat kejenuhan sebesar 0,74, dan tundaan sebesar 11,74 det/smp, serta rentang nilai peluang antrian QP (%) sebesar 23% - 45%.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengevaluasi dampak penggunaan rambu-rambu tambahan atau sistem pengaturan lalu lintas sederhana untuk mengurangi tundaan di persimpangan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi pengembangan infrastruktur jalan, seperti penambahan lajur atau pemanfaatan ruang samping untuk mengurangi konflik antar kendaraan. Terakhir, penelitian juga dapat fokus pada analisis perilaku pengemudi dan faktor lingkungan sekitar yang memengaruhi efisiensi lalu lintas di area persimpangan tersebut.

Read online
File size326.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test