JURNALUGNJURNALUGN

STATIKASTATIKA

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Akibat kurangnya perawatan jalan terutama perawatan bahu jalan serta derainase. Selain itu, sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Perkerasan lentur merupakan suatu perkerasan yang tidak tahan terhadap genangan air karena aspal bersifat getas, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan untuk peningkatan ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi ada 5 macam, yaitu: Retak Memanjang (340,002), Amblas (282,252), Retak Buaya (104,002), Lubang (815,252), dan Bergelombang sedangkan luas jalan keseluruhan = 10000 m2 serta yang rusak = 2550,50 m2. Jika di tinjau dari total total persentase kondisi jalan yang di peroleh yaitu sebesar 12, maka kriteria pemilihan penanganan yang kita gunakan adalah Pemeliharaan Rutin. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada Ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, yaitu : lapisan permukaan 13 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.

Penelitian ini menemukan lima jenis kerusakan jalan di Ruas Jalan Mangaraja Imbang, yaitu retak memanjang, amblas, retak buaya, lubang, dan bergelombang.Total luas jalan yang rusak mencapai 2550,50 m2 dari total 10000 m2.Berdasarkan persentase kerusakan 12%, penanganan yang direkomendasikan adalah pemeliharaan rutin.Tebal lapisan perkerasan yang diperlukan adalah 13 cm untuk permukaan, 20 cm untuk pondasi atas, dan 10 cm untuk pondasi bawah.

1. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh sistem drainase terhadap keawetan perkerasan jalan dengan membandingkan metode drainase berbeda. 2. Analisis kinerja material perkerasan yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan beban berat. 3. Studi tentang efektivitas program pemeliharaan rutin dalam mengurangi kerusakan jalan di daerah dengan pertumbuhan lalu lintas tinggi. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengembangan standar perawatan jalan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Read online
File size410.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test