ITATSITATS

KERNEL: Jurnal Riset Inovasi Bidang Informatika dan Pendidikan InformatikaKERNEL: Jurnal Riset Inovasi Bidang Informatika dan Pendidikan Informatika

Sistem deteksi intrusi (Intrusion Detection System, IDS) berbasis machine learning (ML) dan deep learning (DL) telah menjadi pendekatan dominan untuk mengatasi keterbatasan metode berbasis tanda tangan dalam menghadapi serangan baru dan lalu lintas jaringan yang semakin kompleks. Systematic Literature Review (SLR) ini mengkaji dan membandingkan studi periode 2020-2025 mengenai IDS berbasis ML/DL dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Fokus kajian mencakup tren penggunaan dataset evaluasi (NSL-KDD, CICIDS2017, CSE-CIC-IDS2018, UNSW-NB15, serta dataset IoT seperti BoT-IoT, ToN_IoT, dan IoTID20), komparasi kategori metode (klasik ML, DL, ensemble/hybrid, dan unsupervised/anomaly detection), serta praktik evaluasi, reprodusibilitas, dan kesiapan operasional. Setelah penyaringan lintas basis data, sebanyak 18 studi primer yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara komparatif berdasarkan kategori metode dan dataset. Hasil menunjukkan bahwa model supervised (Random Forest/XGBoost, CNN-LSTM, Transformer) kerap mencapai akurasi tinggi pada dataset benchmark, namun generalisasi antardataset dan integritas dataset khususnya CICIDS2017 menjadi isu kunci. Rekomendasi utama meliputi standardisasi protokol evaluasi (split berbasis waktu serta pelaporan FPR/MCC), pelaporan biaya komputasi dan latensi, pengujian lintas dataset, publikasi kode dan pipeline praproses, serta integrasi explainable AI (XAI) untuk akuntabilitas keputusan IDS.

Komparasi metode IDS berbasis ML tidak dapat disimpulkan hanya dari akurasi tertinggi karena dataset berperan besar dan dapat mengandung isu integritas.Protokol evaluasi tidak seragam sehingga meta-analisis kuantitatif penuh sering tidak valid.Kebutuhan deployment menuntut metrik tambahan (FPR, latensi, biaya komputasi) serta explainability.ML klasik tetap kompetitif untuk data flow/tabular, sedangkan DL/hybrid unggul pada skenario kompleks dengan biaya komputasi lebih tinggi.Metode unsupervised menjanjikan untuk serangan baru dengan trade-off kenaikan false positive.Audit dataset menegaskan perlunya pergeseran dari benchmark score chasing menuju evaluasi yang lebih tahan bias dan relevan secara operasional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan protokol evaluasi standar dengan split berbasis waktu untuk meningkatkan generalisasi model IDS. Selain itu, penelitian perlu mengkaji peningkatan integritas dataset melalui teknik praproses yang lebih akurat untuk mengurangi bias dalam hasil. Terakhir, eksplorasi integrasi teknik explainable AI (XAI) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keputusan IDS dalam skenario operasional nyata.

  1. Komparasi Metode Deteksi Intrusi Berbasis Machine Learning untuk Intrusion Detection System: Systematic... doi.org/10.31284/j.kernel.2026.v7i1.9155Komparasi Metode Deteksi Intrusi Berbasis Machine Learning untuk Intrusion Detection System Systematic doi 10 31284 j kernel 2026 v7i1 9155
Read online
File size273.01 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test