UMIUMI

Jurnal Teologi AnugerahJurnal Teologi Anugerah

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara formasi intelektual dan transformasi sosial berdasarkan analisis eksegetis Roma 12:2. Di tengah arus globalisasi yang memaksakan pola pikir materialistis dan sekuler, orang percaya dipanggil untuk melakukan resistensi melalui metamorfosis akal budi (nous) daripada menyesuaikan diri dengan skema dunia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan analisis eksegetis untuk merumuskan bagaimana pembaruan akal budi berfungsi sebagai fondasi bagi pembentukan agen perubahan yang alkitabiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi sosial yang efektif berakar pada kemampuan diskresi (δοκιμάζειν) untuk membedakan kehendak Allah di tengah kompleksitas global. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan teologi yang integratif harus mampu mengubah pembelajaran kognitif menjadi aksi nyata yang berdampak pada keadilan, etika, dan kesejahteraan sosial di tingkat lokal maupun global.

Transformasi sosial yang autentik memerlukan formasi intelektual berbasis Alkitab.Pembaruan akal budi menjadi kunci untuk membedakan kehendak Allah dalam konteks global.Pendidikan teologi perlu menghasilkan agen perubahan yang mampu mengintegrasikan iman dan tindakan sosial.

1. Bagaimana pendidikan teologi dapat mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan diskresi etis dalam konteks global? 2. Apa peran komunitas lokal dalam memperkuat transformasi sosial berdasarkan prinsip Roma 12:2? 3. Bagaimana pembaruan akal budi dapat dikembangkan sebagai alat untuk menghadapi krisis iklim secara teologis dan praktis?.

Read online
File size503.97 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test