URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Stunting merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah lima tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga anak memiliki tinggi badan lebih rendah dibandingkan usianya. Kondisi ini dapat mulai terjadi sejak masa kehamilan, bahkan sebelum ibu hamil. Berdasarkan data EPPGBM Puskesmas Margasari, angka stunting menunjukkan peningkatan berturut-turut dari 5,8% pada tahun 2021, menjadi 11,1% pada tahun 2022, dan mencapai 16,2% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Margasari Kabupaten Tapin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analitik retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memiliki balita berusia 24–59 bulan dengan total sampel sebanyak 80 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting (p-value K1 = 0,043 dan K4 = 0,033). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting (p-value K1 = 0,025 dan K4 = 0,043). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa KEK dan anemia pada masa kehamilan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Margasari Kabupaten Tapin.

KEK dan anemia pada ibu hamil berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko stunting pada balita.Hubungan ini terlihat dari hasil uji statistik yang menunjukkan nilai p-value di bawah 0,05.Kondisi gizi ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin, sehingga perlu dilakukan intervensi gizi yang lebih intensif.Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan status gizi ibu hamil untuk mencegah komplikasi seperti stunting.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pencegahan KEK dan anemia melalui pendekatan edukasi gizi berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak intervensi gizi pada pertumbuhan anak jangka panjang. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji faktor sosial ekonomi dan akses layanan kesehatan sebagai variabel moderasi dalam hubungan KEK/anemia dengan stunting.

  1. HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALESONG... doi.org/10.33023/jikep.v8i1.997HUBUNGAN RIWAYAT ANEMIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALESONG doi 10 33023 jikep v8i1 997
Read online
File size444.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test