STOK BINAGUNASTOK BINAGUNA

Jurnal Bina Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat

Senam sehat gembira merupakan aktivitas fisik yang gerakannya melibatkan otot-otot besar seperti otot tangan, otot kaki, dan semua anggota tubuh anak. Gerakan senam gembira ini terdiri dari gerakan kaki, tangan, kepala dan sebagainya. Kecerdasan psikomotorik meliputi aspek koordinasi, keseimbangan, keterampilan, dan kekuatan. Tujuan pengabdian yang dilakukan oleh pengabdi adalah mengetahui gerak senam sehat gembira dalam meningkatkan kecerdasan psikomotorik anak usia dini. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di TKIT Al-Fadiyah Kab. Gowa dengan menggunakan metode pelatihan yang diawali dengan observasi dan dilanjutkan dengan praktek senam sehat gembira bersama anak-anak TKIT Al-Fadiyah Kab. Gowa Populasi dalam kegiatan ini merupakan pesererta didik TKIT Al-Fadiyah. Sampel yang digunakan adalah keseluruhan dari populasi dengan teknik total sampling sebanyak 82 anak. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian pelatihan senam sehat gembira dengan persentase 51 anak (62%), 23 anak (28%), 8 anak (10%), dan 0 anak (0%).

Pengabdian pelatihan senam sehat gembira pada anak usia dini dilaksanakan memberikan dampak positif untuk meningkatkan kecerdasan psikomotorik anak dengan hasil persentase 51 anak (62%), 23 anak (28%), 8 anak (10%), dan 0 anak (0%).Gowa mampu menggunakan gerak seluruh tubuh dalam mengekspresikan gerak-gerak tubuh yang terkoordinasi antara saraf dan motorik kasar.Dapat disimpulkan senam sehat gembira dapat meningkatkan kecerdasan psikomotorik anak usia dini TKIT Al-Fadiyah Kabupaten Gowa.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pelatihan senam sehat gembira terhadap perkembangan motorik anak usia dini. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efektivitas metode senam sehat gembira dengan pendekatan lain dalam meningkatkan kecerdasan psikomotorik. Selanjutnya, penelitian juga dapat mengembangkan adaptasi program ini untuk kelompok usia yang lebih luas atau lingkungan pendidikan berbeda. Penelitian ini juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti lingkungan keluarga atau ketersediaan sumber daya sekolah. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara intensitas pelatihan dan hasil yang dicapai. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan alat evaluasi yang lebih sistematis untuk mengukur perbaikan kecerdasan psikomotorik. Penelitian juga perlu memperhatikan keterlibatan orang tua dalam mendukung penerapan program di rumah. Kajian ini dapat menjadi dasar untuk merancang program pendidikan berbasis motorik yang lebih terstruktur. Penelitian lanjutan juga dapat menguji efektivitas senam sehat gembira dalam konteks budaya lokal yang berbeda. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini.

Read online
File size822.18 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test