STOK BINAGUNASTOK BINAGUNA

Jurnal Bina Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan model latihan SKIFA (Sistem Komprehensif Instrumen dan Formasi Aksi) kepada pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Polewali Mandar. Model ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan tendangan pesilat melalui pendekatan yang terstruktur dan terukur. Kegiatan pengabdian berlangsung selama empat bulan, melibatkan 30 peserta yang terdiri dari pengurus IPSI dan pelatih pencak silat. Metode yang digunakan mencakup ceramah, demonstrasi, diskusi, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan akurasi tendangan, keseimbangan, dan kecepatan reaksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% peserta berhasil meningkatkan akurasi tendangan, terutama dalam latihan tendangan pada sasaran (Kick On Target Train). Selain itu, 75% peserta mengalami peningkatan dalam keseimbangan dan kelincahan setelah menjalani latihan tendangan bayangan (Kick Shadow Train). Sebanyak 70% peserta menunjukkan peningkatan kecepatan reaksi terhadap serangan lawan melalui latihan berpasangan (Sparring Partner). Model latihan SKIFA terbukti efektif dalam membantu peserta menguasai teknik tendangan secara sistematis, serta meningkatkan keterampilan fisik dan mental mereka.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memperkenalkan dan menerapkan model latihan SKIFA kepada pengurus IPSI di Polewali Mandar.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan tendangan para peserta, yang mencakup aspek akurasi, keseimbangan, dan kecepatan reaksi.Sebanyak 80% peserta berhasil meningkatkan ketepatan tendangan mereka, terutama dalam latihan tendangan pada sasaran (Kick On Target Train).Selain itu, 75% peserta mengalami peningkatan dalam keseimbangan dan kelincahan, serta 70% peserta menunjukkan peningkatan kemampuan kecepatan reaksi terhadap serangan lawan.Penerapan model latihan SKIFA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan fisik dan mental peserta.Selain itu, keterlibatan aktif peserta dalam diskusi dan evaluasi menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memperoleh keterampilan fisik, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai strategi dan teknik pencak silat.Peserta mampu menerapkan teknik yang dipelajari dalam situasi simulasi pertandingan, yang memperlihatkan kesiapan mereka untuk bertanding dengan keterampilan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas model SKIFA dalam meningkatkan keterampilan tendangan pesilat di tingkat nasional dan internasional. Kedua, mengeksplorasi aspek-aspek mental dan strategi dalam pencak silat, seperti kemampuan membaca gerakan lawan dan memilih teknik yang tepat, serta mengukur pengaruhnya terhadap kinerja atlet. Ketiga, meneliti dan mengembangkan model pelatihan yang lebih komprehensif untuk pencak silat, yang mencakup aspek fisik, teknik, dan strategi, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap prestasi atlet. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pelatihan dan prestasi atlet pencak silat di Indonesia.

Read online
File size692.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test