UEUUEU
Indonesian Journal of Nursing Health ScienceIndonesian Journal of Nursing Health ScienceLatar Belakang: Prevalensi skizofrenia di Indonesia meningkat, khususnya di Provinsi DKI Jakarta. Perilaku kekerasan merupakan salah satu bentuk perilaku yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Penanganan pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan sering melibatkan pengekangan fisik, yang dapat memberikan dampak negatif pada pasien. Tujuan: untuk meneliti pengaruh tindakan pengekangan fisik terhadap penurunan skor Broset Violence Checklist (BVC) pada pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan di salah satu rumah sakit di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pre-test dan post-test one group design. Observasi dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah 62 pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan pada periode 23 Januari hingga 18 Februari 2023. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki dengan rentang usia 36-45 tahun, mayoritas tidak bersekolah, tidak bekerja, dan sudah menikah. Sebelum pengekangan fisik, skor BVC pasien termasuk dalam kategori risiko tinggi, tetapi setelah dilakukan pengekangan fisik, skor BVC rata-rata menurun menjadi kategori risiko perilaku kekerasan sedang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penilaian pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pengekangan fisik berpengaruh pada penurunan skor BVC pada pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pengekangan fisik dapat menjadi opsi dalam penanganan pasien dengan perilaku kekerasan, meskipun perlu diiringi dengan terapi farmakologis yang sesuai. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan pelatihan petugas kesehatan dalam teknik pengekangan fisik dapat menjadi langkah yang penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan.
Karakteristik responden mencakup mayoritas laki-laki dengan rentang usia 36-45 tahun.Mayoritas dari mereka tidak bersekolah, tidak bekerja, dan sudah menikah.Skor BVC pasien dengan perilaku kekerasan sebelum dilakukan pengekangan termasuk dalam kategori risiko tinggi dengan skor >2.Setelah dilakukan pengekangan, skor BVC pasien rata-ratanya menjadi 2,871, yang termasuk dalam kategori risiko perilaku kekerasan sedang.Terdapat pengaruh pengekangan terhadap penurunan skor BVC pada pasien dengan perilaku kekerasan di salah satu rumah sakit di Indonesia, dengan nilai p = 0,000 (α<0,05).
Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas alternatif non-fisik seperti teknik verbal atau terapi kognitif untuk mengurangi perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia, karena pengekangan fisik berisiko menyebabkan trauma. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kombinasi terapi farmakologis dan psikososial dalam jangka panjang untuk meminimalkan ketergantungan pada pengekangan fisik. Terakhir, penelitian bisa fokus pada pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan tentang teknik pengekangan yang manusiawi, termasuk penggunaan alat yang aman dan penilaian risiko secara berkala.
| File size | 208 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi. Kesimpulan tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi. Kesimpulan tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukan
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang sebagian besar berada pada kategori cukup (64,4%), dengan sebagianPenelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang sebagian besar berada pada kategori cukup (64,4%), dengan sebagian
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Nilai rata-rata 1,25 menunjukkan coping stres berada pada kategori baik namun mendekati kurang baik. Variasi yang ditunjukkan standar deviasi 0,434 mengindikasikanNilai rata-rata 1,25 menunjukkan coping stres berada pada kategori baik namun mendekati kurang baik. Variasi yang ditunjukkan standar deviasi 0,434 mengindikasikan
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA pada pasien diabetes mellitus Dengan demikian diharapkan senam prolanis dapat dilanjutkan/dipertahankan menjadi latihan fisik untuk menurunkan kadar gulapada pasien diabetes mellitus Dengan demikian diharapkan senam prolanis dapat dilanjutkan/dipertahankan menjadi latihan fisik untuk menurunkan kadar gula
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Ekspresi fisik pasien juga menunjukkan penurunan gejala meringis dan gelisah. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitasEkspresi fisik pasien juga menunjukkan penurunan gejala meringis dan gelisah. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas
UEUUEU Tehnik pengambilan sampel terdiri dari kelompok kasus (total sampling) dan kelompok kontrol (purposive sampling). Variabel yang diteliti dalam penelitianTehnik pengambilan sampel terdiri dari kelompok kasus (total sampling) dan kelompok kontrol (purposive sampling). Variabel yang diteliti dalam penelitian
UEUUEU Mayoritas responden menunjukkan memiliki pengetahuan dan kebiasaan mencari informasi yang baik terkait dengan kondisi penyakitnya. Hal ini memiliki potensiMayoritas responden menunjukkan memiliki pengetahuan dan kebiasaan mencari informasi yang baik terkait dengan kondisi penyakitnya. Hal ini memiliki potensi
UEUUEU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari lansia di wilayah kerja PuskesmasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari lansia di wilayah kerja Puskesmas
Useful /
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis, faktor genetik, serta kebiasaan pola hidup tidak sehat sepertiLansia merupakan kelompok yang rentan mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis, faktor genetik, serta kebiasaan pola hidup tidak sehat seperti
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Kesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaikiKesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaiki
UEUUEU Therefore, the results of this study can serve as a basis for health service and nursing education institutions to design empathy and therapeutic communicationTherefore, the results of this study can serve as a basis for health service and nursing education institutions to design empathy and therapeutic communication
UEUUEU Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam penanganan kasus kebakaran pada mahasiswa UniversitasTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam penanganan kasus kebakaran pada mahasiswa Universitas