UTPUTP

Jurnal Desiminasi TeknologiJurnal Desiminasi Teknologi

Di tengah era globalisasi, perusahaan dituntut menjaga daya saing melalui produk berkualitas. CV. XYZ sebagai produsen filter udara industri menghadapi tantangan berupa cacat visual seperti sambungan frame tidak rapat, lem tidak rapi, kertas kotor, dan lipatan tidak standar. Data Oktober 2024–Maret 2025 menunjukkan persentase cacat pada periode tersebut mencapai 12%, melebihi standar 10%, dengan cacat sambungan frame tidak rapat sebagai yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas produk melalui metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC serta perbaikan berkelanjutan menggunakan Kaizen. Hasil analisis menunjukkan nilai sigma awal 3,4 dengan DPMO sebesar 26.887. Penyebab utama cacat adalah metode kerja yang belum distandarkan. Usulan perbaikan berupa SOP pemotongan dan perakitan, penggunaan jig, serta pelatihan operator. Diharapkan, setelah implementasi, nilai sigma meningkat dan jumlah cacat menurun.

Berdasarkan data yang telah diolah serta analisis yang dilakukan dengan menerapkan metode Six Sigma dan Kaizen, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut.Nilai Sigma, implementasi perbaikan proses pada aspek metode kerja berhasil meningkatkan nilai sigma dari 3,4 menjadi 3,8, menunjukkan penurunan cacat dan peningkatan kualitas produksi.Faktor Dominan, cacat utama dalam produksi berasal dari sambungan frame yang tidak presisi, dengan akar penyebab berupa metode pemotongan dan pengukuran yang tidak sesuai, yang memiliki RPN tertinggi sebesar 601,44.Perbaikan Berkelanjutan dengan Kaizen, usulan perbaikan berbasis prinsip Kaizen, melalui penyusunan SOP dan pelatihan operator, terbukti efektif dalam menurunkan jumlah kecacatan dan menjaga konsistensi kualitas produksi secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penerapan teknologi digital untuk memantau proses produksi secara real-time, seperti penggunaan sensor otomatis untuk mendeteksi cacat sambungan frame. Selain itu, studi tentang integrasi metode Lean Manufacturing dengan Six Sigma dan Kaizen bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas secara bersamaan. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji dampak pelatihan berbasis augmented reality (AR) bagi operator dalam meningkatkan presisi pengukuran dan pemotongan. Ketiga saran ini menggabungkan inovasi teknologi, pendekatan holistik manajemen kualitas, dan pengembangan metode pelatihan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Vol. 5 No. 3 (2022): INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia - Edisi Juni 2022 | INOBIS:... doi.org/10.31842/jurnalinobis.v5i3Vol 5 No 3 2022 INOBIS Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Edisi Juni 2022 INOBIS doi 10 31842 jurnalinobis v5i3
  2. Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma dan FMEA pada Line Assembly PT Sakai Indonesia... jim.usk.ac.id/EKM/article/view/29422Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma dan FMEA pada Line Assembly PT Sakai Indonesia jim usk ac EKM article view 29422
  3. ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DALAM UPAYA MENGURANGI JUMLAH KERUSAKAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN... jurnal.alimspublishing.co.id/index.php/JITI/article/view/801ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DALAM UPAYA MENGURANGI JUMLAH KERUSAKAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN jurnal alimspublishing index php JITI article view 801
Read online
File size1.24 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test