UTPUTP

Jurnal Desiminasi TeknologiJurnal Desiminasi Teknologi

Pintu merupakan salah satu elemen bangunan yang paling sering digunakan, namun sering dipahami hanya sebagai elemen akses dan pembatas ruang. Padahal berbagai regulasi dan standar teknis di Indonesia menempatkan pintu sebagai bagian penting dari sistem aksesibilitas, keselamatan kebakaran, dan keandalan bangunan gedung. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengelaborasi, dan mengharmonisasikan persyaratan pintu yang tersebar dalam Permen PU No.30/PRT/M/2006, SNI 03-1735-2000, SNI 03-1736-2000, Permen PU No.26/PRT/M/2008, Permen PUPR No.14/PRT/M/2017, dan PP No.16 Tahun 2021. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi regulasi, analisis komparatif, dan sintesis konseptual terhadap berbagai ketentuan yang berkaitan dengan pintu pada bangunan gedung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya regulasi, melainkan pada fragmentasi pengaturan dan belum terintegrasinya pemahaman antara regulasi, desain, dan perilaku pengguna. Penelitian ini mengusulkan konsep Three Layers of Door Function yang terdiri atas fungsi regulatif, fungsi arsitektural, dan fungsi perilaku sebagai kerangka untuk memahami kompleksitas fungsi pintu secara lebih utuh. Berdasarkan konsep tersebut dikembangkan Door Compliance Framework sebagai model evaluasi pintu yang mengintegrasikan kepatuhan regulatif, kualitas desain, dan perilaku pengguna.

Pintu bukan sekadar pintu, di balik satu tuntutan aksesibilitas, keselamatan kebakaran, dan keandalan bangunan harus dipenuhi secara bersamaan.Persoalan utama pintu pada bangunan gedung bukan disebabkan oleh kurangnya regulasi, melainkan oleh belum terintegrasinya pemahaman antara regulasi, desain, dan perilaku pengguna.Penelitian ini mengusulkan konsep Three Layers of Door Function dan Door Compliance Framework sebagai pendekatan untuk mengharmonisasikan regulasi, desain, dan perilaku pengguna dalam evaluasi pintu bangunan gedung.Dengan demikian, regulasi tidak dipahami sebagai pembatas kreativitas, melainkan sebagai fondasi yang memastikan kreativitas dapat diwujudkan secara aman dan bertanggung jawab.

Diperlukan pengembangan pedoman integrasi regulasi pintu yang melibatkan regulator, desainer, dan pengguna untuk memastikan harmonisasi antara kepatuhan teknis, kualitas desain, dan kebutuhan pengguna. Penelitian lanjutan bisa fokus pada studi kasus bangunan publik untuk menguji efektivitas konsep Three Layers of Door Function dalam situasi nyata. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi interaksi antara perilaku pengguna dan desain pintu melalui simulasi evakuasi atau observasi langsung, terutama dalam konteks keadaan darurat seperti kebakaran.

Read online
File size979.1 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test