UNPADUNPAD
Pharmacology and Clinical Pharmacy ResearchPharmacology and Clinical Pharmacy ResearchTerapi farmakologis untuk diabetes mellitus tipe 2 melibatkan lebih dari satu jenis obat, yang meningkatkan potensi masalah terkait obat (DRPs) dalam hal memilih jenis dan dosis obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil pengobatan dan mengidentifikasi terjadinya DRPs berdasarkan pemilihan obat dan dosis pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Karsa Husada Batu. Studi observasional deskriptif ini dilakukan pada Oktober 2022 menggunakan rekam medis. Sampel penelitian diperoleh dengan total sampling menggunakan 36 rekam medis pasien rawat inap dengan diabetes mellitus tipe 2 tanpa komplikasi. Pasien tanpa komplikasi dipilih untuk mengoptimalkan penilaian pengobatan diabetes tanpa penggunaan obat yang sesuai untuk penyakit concomitant. Identifikasi DRPs berdasarkan pedoman Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V.9.1. Hasil menunjukkan bahwa glimepiride (6,45%), insulin (16,13%), kombinasi metformin dan glimepiride (3,23%), kombinasi metformin dan insulin (3,23%), dan basal-bolus insulin (67,74%) adalah obat antidiabetes yang digunakan oleh pasien. Berdasarkan pemilihan obat, 17 pasien diidentifikasi memiliki DRPs di mana penggunaan obat tanpa indikasi (38,89%) adalah kasus yang paling umum. DRPs berdasarkan pemilihan dosis ditemukan pada 6 pasien dengan 13,89% kasus berupa dosis obat yang terlalu tinggi. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat kasus DRPs berdasarkan pemilihan obat dan dosis pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 sehingga diperlukan layanan farmasi yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan keselamatan pasien.
Berdasarkan temuan, basal-bolus insulin adalah obat antidiabetes yang paling sering diberikan kepada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2.Obat antidiabetes lainnya adalah glimepiride, insulin, kombinasi metformin dan glimepiride, serta kombinasi metformin dan insulin.Sebanyak 47,22% pasien memiliki DRPs terkait pemilihan obat yang tidak tepat, dan 16,67% terkait pemilihan dosis.Temuan ini menunjukkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas resep agar terapi yang diberikan kepada pasien menjadi efektif.
Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mengurangi DRPs pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada peningkatan kolaborasi antarprofesi antara dokter dan apoteker dalam pengambilan keputusan terkait obat. Komunikasi dan kolaborasi yang sengaja antara apoteker klinis dan dokter dapat mendukung pasien dalam pengambilan keputusan yang kompleks terkait obat dan meningkatkan hasil kesehatan yang lebih baik. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap DRPs, seperti penggunaan obat yang tidak sesuai dengan pedoman, dosis yang terlalu tinggi, dan kombinasi obat yang tidak tepat. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mencegah dan mengatasi DRPs pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2.
- Identification of Drug Related Problems (DRPs) Based on Drug and Dosage Selection in Type 2 Diabetes... doi.org/10.15416/pcpr.v10i2.61653Identification of Drug Related Problems DRPs Based on Drug and Dosage Selection in Type 2 Diabetes doi 10 15416 pcpr v10i2 61653
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s40545-021-00332-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s40545 021 00332 9
| File size | 360.07 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Diabetes mellitus menjadi masalah kesehatan utama pada masyarakat karena komplikasi yang ditimbulkan bersifat jangka pendek dan jangka panjang. DiabetesDiabetes mellitus menjadi masalah kesehatan utama pada masyarakat karena komplikasi yang ditimbulkan bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Diabetes
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Dimensi IHLC dan PHLC memiliki hubungan positif dengan kepatuhan minum obat (p=0,000), sedangkan dimensi CHLC tidak menunjukkan hubungan yang signifikanDimensi IHLC dan PHLC memiliki hubungan positif dengan kepatuhan minum obat (p=0,000), sedangkan dimensi CHLC tidak menunjukkan hubungan yang signifikan
STIK SAMSTIK SAM Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikolSediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikol
STIK SAMSTIK SAM Penyakit Jantung Iskemik salah satu kondisi yang utamanya muncul adanya penyempitan arteri koroner akibat proses aterosklerosis, spasme, atau kombinasiPenyakit Jantung Iskemik salah satu kondisi yang utamanya muncul adanya penyempitan arteri koroner akibat proses aterosklerosis, spasme, atau kombinasi
STIK SAMSTIK SAM Data diambil menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan instrumen kuesioner Self-Management Diabetes Mellitus (SMDM).Data diambil menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan instrumen kuesioner Self-Management Diabetes Mellitus (SMDM).
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh e-flashcard terhadap Tingkat Pengetahuan remaja tentang pencegahan diabetes melitus tipe II pada SiswaTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh e-flashcard terhadap Tingkat Pengetahuan remaja tentang pencegahan diabetes melitus tipe II pada Siswa
MAHARDIKAMAHARDIKA langkah-langkah yang digunakan dalam penilaian adalah metode studi kasus dengan wawancara, observasi, melakukan pemeriksaan fisik, dan mendokumentasikanlangkah-langkah yang digunakan dalam penilaian adalah metode studi kasus dengan wawancara, observasi, melakukan pemeriksaan fisik, dan mendokumentasikan
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Intervensi terapi fisik modalitas dapat direkomendasikan sebagai terapi alternatif sebagai pencegahan komplikasi penyakit arteri perifer. Penelitian iniIntervensi terapi fisik modalitas dapat direkomendasikan sebagai terapi alternatif sebagai pencegahan komplikasi penyakit arteri perifer. Penelitian ini
Useful /
UNPADUNPAD Penelitian ini menunjukkan P. piloselloides sebagai sumber yang menjanjikan untuk penghambat XO baru, dengan validasi lebih lanjut yang diperlukan melaluiPenelitian ini menunjukkan P. piloselloides sebagai sumber yang menjanjikan untuk penghambat XO baru, dengan validasi lebih lanjut yang diperlukan melalui
UNPADUNPAD Uji fitokimia, analisis proksimat, uji antioksidan (DPPH, ABTS), evaluasi antidiabetik pada tikus diabetik streptozotocin-induksi, dan penilaian hematologisUji fitokimia, analisis proksimat, uji antioksidan (DPPH, ABTS), evaluasi antidiabetik pada tikus diabetik streptozotocin-induksi, dan penilaian hematologis
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kurikulum 1994 dirancang dengan pendekatan seragam untuk materi pembelajaran di seluruh Indonesia dan menekankan Metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA).Kurikulum 1994 dirancang dengan pendekatan seragam untuk materi pembelajaran di seluruh Indonesia dan menekankan Metode Pembelajaran Aktif Siswa (CBSA).
IKHAFIIKHAFI Karyawan dan bagian HRD dapat memproses pengajuan secara langsung tanpa tatap muka, sehingga karyawan menerima informasi persetujuan lebih detail. PengembanganKaryawan dan bagian HRD dapat memproses pengajuan secara langsung tanpa tatap muka, sehingga karyawan menerima informasi persetujuan lebih detail. Pengembangan