UNPADUNPAD

Pharmacology and Clinical Pharmacy ResearchPharmacology and Clinical Pharmacy Research

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interval QTc selama enam bulan pengobatan dan faktor-faktor yang terkait dengan perpanjangan interval QTc pada pasien DR-TB yang menerima regimen yang mengandung bedaquiline dan delamanid. Kami melakukan studi kohort prospektif pada pasien tuberculosis resisten obat (DR-TB) yang menerima regimen yang mengandung bedaquiline dan delamanid antara September 2022 dan Mei 2023 di bagian rawat jalan MDR-TB Rumah Sakit Dr. Soetomo. Pasien dibagi menjadi kelompok bedaquiline dan kelompok regimen yang mengandung bedaquiline-delamanid. Interval QTc dievaluasi sebelum dan hingga bulan keenam pengobatan menggunakan ECG. Perpanjangan interval QTc dikategorikan sebagai signifikan secara klinis jika nilai QTc absolut ≥ 500 ms atau perubahan QTc > 60 ms. Enam puluh tiga (63) pasien DR-TB terdaftar dalam kohort ini, terdiri dari 51 dan 12 pasien dalam kelompok bedaquiline dan kelompok bedaquiline-delamanid, masing-masing. Derajat II dan III dari perpanjangan interval QTc lebih tinggi dalam kelompok bedaquiline-delamanid daripada dalam kelompok bedaquiline, 41,7% vs. 8,3%; 15,7% vs. 1,9%, masing-masing, P-value 0,084. Rata-rata interval QTc secara signifikan lebih tinggi dari minggu kedua hingga bulan keenam dalam kelompok bedaquiline-delamanid dibandingkan dengan kelompok bedaquiline, P-value < 0,05. Namun, perbedaan rata-rata interval QTc < 60 ms antara kedua kelompok selama enam bulan pengobatan, dengan P-value ≥ 0,05. Tidak ada pasien yang mengalami kejadian kardiovaskular serius selama periode studi. Tingkat kalium dan kalsium terkait dengan perpanjangan interval QTc, P-value < 0,05. Kami mengamati perpanjangan QTc yang ringan, maksimal pada bulan keempat, dan tidak ada arritmia atau kematian yang tercatat. Pada pasien dengan tuberculosis resisten obat, penelitian ini menawarkan bukti yang mendukung penggunaan regimen ini secara kombinasi dalam pengobatan program.

Penelitian ini menemukan perpanjangan interval QTc yang ringan pada kohort pasien yang diobati untuk DR-TB dalam pengaturan program di Indonesia dengan bedaquiline dan delamanid.Peningkatan interval QTc terbesar diamati pada bulan keempat.Tidak ada perpanjangan interval QTc derajat 3 atau derajat 4 yang terkait dengan efek QTc bedaquiline atau delamanid.Tingkat kalium dan kalsium terkait dengan perpanjangan interval QTc.Pemantauan elektrolit berkala sangat direkomendasikan untuk mencegah perpanjangan interval QTc selama pengobatan dengan regimen kombinasi tersebut.Penelitian kami berkontribusi pada tubuh bukti yang semakin berkembang yang menunjukkan keamanan mengonsumsi dua obat ini bersama-sama untuk mengobati pasien dengan tuberculosis resisten obat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi keamanan penggunaan kombinasi bedaquiline dan delamanid dalam regimen pengobatan tuberculosis resisten obat di Indonesia, terutama dalam konteks penggunaan bersamaan dengan clofazimine dan fluoroquinolone yang juga memperpanjang interval QTc. Kedua, penelitian prospektif atau kohort yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi keamanan regimen kombinasi bedaquiline-delamanid di Indonesia, memberikan dukungan berbasis bukti bagi klinisi untuk tidak ragu menggunakan delamanid, dan meningkatkan adopsi regimen yang paling efektif untuk MDR/XDR-TB di masyarakat. Ketiga, penting untuk menyelidiki faktor-faktor yang terkait dengan perpanjangan interval QTc, seperti tingkat elektrolit, dan mengembangkan strategi koreksi elektrolit untuk mencegah perpanjangan interval QTc selama pengobatan. Penelitian lanjutan ini akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang keamanan dan efektivitas penggunaan kombinasi bedaquiline dan delamanid dalam pengobatan tuberculosis resisten obat, serta membantu meningkatkan kualitas perawatan dan hasil pengobatan bagi pasien.

  1. QTc Interval Prolongation in Drug-Resistant Tuberculosis Treated with Bedaquiline and Delamanid Under... doi.org/10.15416/pcpr.v10i2.60987QTc Interval Prolongation in Drug Resistant Tuberculosis Treated with Bedaquiline and Delamanid Under doi 10 15416 pcpr v10i2 60987
Read online
File size376.74 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test