JURNALANNURJURNALANNUR
QuranicEdu: Journal of Islamic EducationQuranicEdu: Journal of Islamic EducationDalam penelitian ini, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kebijakan yang memandu pembangunan kurikulum pendidikan Islam Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka deskriptif, atau pengumpulan data melalui pemindaian berbagai sumber seperti buku, materi peer-review, dan jurnal. Dengan menggunakan analisis deskriptif ini, peneliti merinci dan menggambarkan informasi yang telah dikumpulkan dan menggunakannya sebagai alat untuk analisis. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, kurikulum pendidikan Islam telah berubah secara ekstensif selama rentang waktu tiga era di masa lalu. Ada tiga fase politik yang dapat dilihat selama pengembangan kurikulum Indonesia. Pertama, ada tiga revisi kurikulum pada tahun 1947, 1952, dan 1964 yang meluncurkan dimulainya era Orde Lama. Kedua, terjadi empat kali revisi pada masa Orde Baru, yakni pada tahun 1968, 1975, 1984, dan 1994. Ketiga, terjadi empat kali reformasi pada masa Reformasi, yakni Kurikulum K–13 tahun 2013; Kurikulum Tingkat Sekolah (KTSP) tahun 2006; Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2004; dan Kurikulum Merdeka yang berlaku hingga saat ini.
Pendidikan merupakan proses budaya berkelanjutan yang meningkatkan harkat diri, dengan pendidikan Islam sebagai metode penting yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan siswa.Kurikulum, sebagai pedoman mencapai tujuan pendidikan, harus senantiasa mematuhi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan terus berkembang menyesuaikan perubahan zaman serta konteks.Perkembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia terbagi dalam tiga era politik.Orde Lama (1947, 1952, 1964), Orde Baru (1968, 1975, 1984, 1994), dan Reformasi (KBK 2004, KTSP 2006, K-13 2013, hingga Kurikulum Merdeka saat ini).
Pertama, mengingat temuan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan terbaru yang berlaku saat ini, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi evaluasi implementasi secara empiris di madrasah-madrasah. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pertanyaan kunci seperti: Bagaimana Kurikulum Merdeka diterapkan di berbagai konteks madrasah, termasuk di daerah 3T yang disebutkan dalam paper? Apa saja tantangan praktis yang dihadapi guru dan siswa dalam mencapai profil pelajar Pancasila dan kompetensi keagamaan yang ditargetkan? Selain itu, bagaimana efektivitasnya dalam membentuk karakter dan pemahaman agama siswa dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, melalui pendekatan kuantitatif atau kualitatif yang melibatkan pengukuran langsung dan wawancara mendalam. Kedua, dengan adanya sejarah panjang perubahan kurikulum, studi komparatif tentang dampak riil dari kebijakan kurikulum yang berbeda terhadap peningkatan kompetensi keagamaan siswa akan memberikan wawasan yang mendalam. Misalnya, sebuah penelitian bisa membandingkan secara spesifik dampak Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan Kurikulum 2013 terhadap indikator kompetensi keagamaan tertentu melalui studi kasus atau survei longitudinal. Hal ini akan membantu mengidentifikasi elemen-elemen kurikulum mana yang paling efektif dan mengapa, serta memahami kesinambungan dan diskontinuitas dalam pencapaian tujuan pendidikan Islam. Ketiga, mengingat pentingnya desentralisasi dalam mengoptimalkan kualitas pendidikan, penelitian dapat mengeksplorasi peran aktif dan pengalaman para pemangku kepentingan di tingkat lokal, seperti kepala madrasah, guru, komite sekolah, dan orang tua, dalam proses pengembangan dan adaptasi kurikulum pendidikan Islam. Bagaimana mekanisme kolaborasi ini berjalan di lapangan? Apa faktor-faktor yang mendorong atau menghambat partisipasi mereka dalam menyelaraskan kurikulum nasional dengan konteks dan kebutuhan lokal? Studi ini dapat mengungkap model praktik terbaik untuk manajemen kurikulum berbasis sekolah yang benar-benar memberdayakan komunitas pendidikan dalam meningkatkan kompetensi keagamaan siswa secara relevan dan berkelanjutan.
| File size | 699.65 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMEDUNIMED Sejak 2023 hingga 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak telah berusaha keras dalam menyelesaikan kasus siswa Underachiever. Pihak madrasah memberlakukanSejak 2023 hingga 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak telah berusaha keras dalam menyelesaikan kasus siswa Underachiever. Pihak madrasah memberlakukan
IIMSURAKARTAIIMSURAKARTA Selain itu, studi ini merinci metode pengajaran yang disarankan oleh teks, seperti tanya jawab, diskusi, bercerita, dan peragaan peran, serta mengusulkanSelain itu, studi ini merinci metode pengajaran yang disarankan oleh teks, seperti tanya jawab, diskusi, bercerita, dan peragaan peran, serta mengusulkan
PTTIPTTI Selain itu, faktor daya inverter PV mendekati faktor daya satu akan mengurangi tingkat penetrasi PV maksimum yang teramati dalam studi ini. Secara keseluruhan,Selain itu, faktor daya inverter PV mendekati faktor daya satu akan mengurangi tingkat penetrasi PV maksimum yang teramati dalam studi ini. Secara keseluruhan,
UNUGHAUNUGHA Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pengembangan kurikulumPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pengembangan kurikulum
UNIMEDUNIMED Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan dan positif antara motivasi berprestasi dan student engagement pada siswa SMKPenelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan dan positif antara motivasi berprestasi dan student engagement pada siswa SMK
UNISSULAUNISSULA 294,52 pcu/jam, dan Derajat Jenuh (DS) 1,185. Dengan kategori LoS D (25,1-40 detik/pcu), persimpangan ini diklasifikasikan sebagai buruk, sehingga diperlukan294,52 pcu/jam, dan Derajat Jenuh (DS) 1,185. Dengan kategori LoS D (25,1-40 detik/pcu), persimpangan ini diklasifikasikan sebagai buruk, sehingga diperlukan
IIMSURAKARTAIIMSURAKARTA 00/07/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI di MA Pesantren Pembangunan Majenang.00/07/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI di MA Pesantren Pembangunan Majenang.
STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU Dengan tutur lain, kegiatan Kampus Mengajar mewujudkan sasaran Kampus Merdeka dengan memberikan peluang untuk mahasiswa untuk belajar dan bertumbuh melewatiDengan tutur lain, kegiatan Kampus Mengajar mewujudkan sasaran Kampus Merdeka dengan memberikan peluang untuk mahasiswa untuk belajar dan bertumbuh melewati
Useful /
SHARIAJOURNALS UINJAMBISHARIAJOURNALS UINJAMBI Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,
UNISSULAUNISSULA Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara dengan pemangku kepentingan sektorMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara dengan pemangku kepentingan sektor
UNUGHAUNUGHA Penelitian menggunakan pendekatan simultan menunjukkan bahwa kenaikan harga lobster memiliki efek negatif pada permintaan ekspor, sedangkan pertumbuhanPenelitian menggunakan pendekatan simultan menunjukkan bahwa kenaikan harga lobster memiliki efek negatif pada permintaan ekspor, sedangkan pertumbuhan
STAIN TDMSTAIN TDM Artikel ini bertujuan mengkaji kontribusi Al-Shaibani terkait konsep kerja, produksi, dan keadilan ekonomi dalam kerangka syariah. Metode penelitian yangArtikel ini bertujuan mengkaji kontribusi Al-Shaibani terkait konsep kerja, produksi, dan keadilan ekonomi dalam kerangka syariah. Metode penelitian yang