UMRAHUMRAH

Bahtera InovasiBahtera Inovasi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yang mempengaruhi Continuance Intention to Use QRIS Indonesias Digital Payment dengan memasukkan Trust sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan explanatory research. Responden merupakan pengguna QRIS di Kota Tanjungpinang yang telah melakukan transaksi minimal tiga kali dalam tiga bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert 5 poin. Sebanyak 100 data dianalisis menggunakan metode SEM PLS melalui smartpls 4.1.1.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness dan Perceived Ubiquity berpengaruh signifikan terhadap Continuance Intention. Perceived Autonomy tidak berpengaruh langsung terhadap Continuance Intention, tetapi berpengaruh signifikan terhadap Trust. Trust terbukti sebagai variabel dengan pengaruh paling kuat terhadap Continuance Intention. Selain itu, Trust memediasi hubungan Perceived Ubiquity dan Perceived Autonomy terhadap Continuance Intention, namun tidak memediasi hubungan Perceived Usefulness dan Continuance Intention. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan penggunaan QRIS dipengaruhi oleh trust pengguna yang terbentuk melalui pengalaman manfaat, aksesibilitas layanan yang luas, dan rasa kendali dalam transaksi digital. Penelitian merekomendasikan peningkatan aspek keamanan dan pemerataan adopsi QRIS untuk memperkuat trust dan penggunaan berkelanjutan.

Penelitian ini menegaskan bahwa kepercayaan (trust) adalah faktor paling dominan yang memengaruhi niat keberlanjutan penggunaan QRIS di Tanjungpinang, didukung oleh pengaruh langsung dari persepsi kemudahan akses (perceived ubiquity) dan manfaat yang dirasakan (perceived usefulness).Dalam pembentukan trust, persepsi kendali diri (perceived autonomy) dan kemudahan akses (perceived ubiquity) berperan signifikan, namun perceived usefulness tidak secara langsung memengaruhi trust maupun mediasi hubungannya dengan niat keberlanjutan penggunaan.Dengan demikian, keberlanjutan implementasi QRIS sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pengguna yang terbentuk melalui pengalaman akses layanan yang luas serta rasa kendali dalam transaksi digital, di mana kepercayaan juga memediasi pengaruh perceived ubiquity dan autonomy terhadap niat penggunaan berkelanjutan.

Untuk memahami lebih dalam dan mendorong penggunaan QRIS yang berkelanjutan di masa depan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, menarik untuk menyelidiki bagaimana kebijakan pemerintah, seperti program literasi digital atau regulasi keamanan yang lebih ketat, dapat secara efektif meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap QRIS dan mendorong penggunaan yang lebih merata, terutama di area yang masih kurang terjangkau. Hal ini akan memperluas pemahaman kita tentang peran faktor eksternal di luar persepsi individu. Kedua, mengingat temuan bahwa rasa kendali pengguna (perceived autonomy) hanya memengaruhi kepercayaan dan tidak langsung ke niat penggunaan berkelanjutan, penelitian selanjutnya dapat mencari tahu mengapa demikian. Misalnya, apakah ada aspek tertentu dari otonomi yang lebih penting bagi pengguna, atau apakah ada faktor lain, seperti kebiasaan (habit) atau norma sosial, yang berperan sebagai perantara atau penguat dalam mengubah rasa kendali menjadi keputusan untuk terus menggunakan QRIS secara rutin. Ketiga, karena manfaat yang dirasakan (perceived usefulness) tidak langsung membentuk kepercayaan, akan sangat berharga untuk mengidentifikasi variabel lain yang lebih dominan dalam membangun kepercayaan pengguna. Ini bisa mencakup penilaian terhadap kualitas layanan pelanggan, kemampuan sistem dalam mengatasi masalah, atau sejauh mana pengguna merasa data pribadi mereka aman. Dengan meneliti pertanyaan-pertanyaan ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang dinamika psikologis pengguna dan merancang strategi yang lebih tepat sasaran untuk memastikan keberlangsungan ekosistem pembayaran digital QRIS yang aman dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.

  1. Pengaruh Perceived usefulness, Perceived ease of use, dan Perceived security terhadap Continuance Intention... doi.org/10.56799/jim.v4i9.11119Pengaruh Perceived usefulness Perceived ease of use dan Perceived security terhadap Continuance Intention doi 10 56799 jim v4i9 11119
  2. The Role of Habit and Trust in Driving the Continuance of QR Code Payment Usage: A Study of QRIS Consumers... jmi.polban.ac.id/jmi/article/view/273The Role of Habit and Trust in Driving the Continuance of QR Code Payment Usage A Study of QRIS Consumers jmi polban ac jmi article view 273
Read online
File size490.74 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test