PCRPCR
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat)JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat)Komunikasi menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seseorang di masa kini. Tak jarang perihal komunikasi mengakibatkan kesalahpahaman karena perbedaan makna dan pesan yang disampaikan dan diterima. Komunikasi merupakan salah satu kemampuan yang bisa diasah melalui keterampilan komunikasi interpersonal. Jika sudah menguasai komunikasi interpersonal maka akan memudahkan seseorang menguasai diri dan audiensnya untuk dapat berkomunikasi di hadapan public maupun berkomunikasi dengan orang yang baru ditemui. Saat ini siswa SMK Taruna Persada Dumai mengalami permasalahan mengenai komunikasi. Siswa merasa belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga mengakibatkan mereka sulit mendapatkan pekerjaan setelah menamatkan Pendidikan sekolah. Hal ini yang mendasari dilakukannya pelatihan public speaking untuk siswa kelas XI SMK Taruna Persada. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan didapatkan bahwa siswa dapat mengikuti pelatihan dan antusias terhadap kegiatan pelatihan komunikasi. Melalui pre-test dan post-test menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan pelatihan public speaking bagi siswa SMK Taruna Persada Dumai. Didapatkan bahwa 75% siswa sudah memahami konsep public speaking.
Pelatihan public speaking terbukti penting bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.Sebelum pelatihan, siswa cenderung kurang percaya diri dan mudah grogi, namun setelah mengikuti pelatihan, mereka menunjukkan peningkatan pengetahuan, rasa percaya diri, serta pemahaman akan teknik dasar public speaking.Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat secara signifikan memotivasi siswa dan menunjang keberhasilan mereka dalam mengkomunikasikan ide serta gagasan secara efektif.
Untuk memperkaya hasil penelitian dan memastikan dampak yang lebih mendalam, ada beberapa arah studi lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penting untuk melakukan penelitian evaluasi jangka panjang guna menilai keberlanjutan dan efektivitas kemampuan public speaking siswa setelah pelatihan ini. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah sejauh mana siswa mampu mempertahankan dan menerapkan keterampilan public speaking yang mereka peroleh dalam konteks wawancara kerja atau lingkungan profesional setelah beberapa waktu, misalnya enam bulan hingga satu tahun pasca pelatihan. Ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai relevansi dan adaptabilitas program tersebut dalam jangka panjang. Kedua, mengingat usulan untuk melibatkan tenaga pengajar, penelitian selanjutnya dapat fokus pada perbandingan efektivitas model pelatihan yang berbeda. Misalnya, membandingkan dampak langsung pelatihan kepada siswa dengan model train-the-trainer, di mana guru-guru dilatih terlebih dahulu agar mereka dapat mengajarkan public speaking kepada siswa secara berkelanjutan di sekolah. Studi ini dapat mengidentifikasi pendekatan mana yang paling efisien dan memberikan jangkauan dampak yang lebih luas. Ketiga, mengingat adanya variasi minat dan tingkat kepercayaan diri (self-efficacy) di antara siswa dari berbagai jurusan yang berbeda, penelitian dapat mengeksplorasi pengembangan dan implementasi modul pelatihan public speaking yang lebih personal. Hal ini berarti merancang kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik jurusan, seperti RPL atau Perhotelan, atau bahkan modul yang menargetkan siswa dengan tingkat kepercayaan diri awal yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah pendekatan yang lebih disesuaikan dapat menghasilkan peningkatan yang lebih optimal dalam kemampuan komunikasi dan kesiapan kerja siswa.
- Konsep social cognitive career theory | JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia). konsep social cognitive... doi.org/10.29210/30031454000Konsep social cognitive career theory JRTI Jurnal Riset Tindakan Indonesia konsep social cognitive doi 10 29210 30031454000
- PUBLIC SPEAKING FOR STUDENT SEBAGAI UPAYA PENINGAKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA SMA NEGERI 1 TINAMBUNG... doi.org/10.53769/jai.v2i4.342PUBLIC SPEAKING FOR STUDENT SEBAGAI UPAYA PENINGAKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA SMA NEGERI 1 TINAMBUNG doi 10 53769 jai v2i4 342
- Membangun Kepercayaan Diri Remaja Melalui Pelatihan Public Speaking Guna Menghadapi Era Industri 4.0... doi.org/10.23917/psikonomi.v1i2.214Membangun Kepercayaan Diri Remaja Melalui Pelatihan Public Speaking Guna Menghadapi Era Industri 4 0 doi 10 23917 psikonomi v1i2 214
- Fokus;Focus; Guidance and Counseling Journal; Jurnal Bimbingan dan Konseling; Jurnal BK;. keterampilan... journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/fokus/article/view/6600Fokus Focus Guidance and Counseling Journal Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal BK keterampilan journal ikipsiliwangi ac index php fokus article view 6600
| File size | 223.33 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
YLIIYLII Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK-EMKM)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK-EMKM)
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Selain itu, memberikan nasehat dengan singkat namun padat, serta memberikan kabar gembira dan ucapan selamat dengan kebaikan, juga merupakan bagian dariSelain itu, memberikan nasehat dengan singkat namun padat, serta memberikan kabar gembira dan ucapan selamat dengan kebaikan, juga merupakan bagian dari
UINSIUINSI Faktor utama penghambat adalah rendahnya literasi energi, minimnya dukungan kelembagaan, dan belum adanya insentif kebijakan. Rekomendasi utama mencakupFaktor utama penghambat adalah rendahnya literasi energi, minimnya dukungan kelembagaan, dan belum adanya insentif kebijakan. Rekomendasi utama mencakup
UNISSULAUNISSULA Faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan adalah ketakutan tentang proses persalinan, toleransi rasa sakit yang rendah, dan dukungan keluarga yang tidakFaktor-faktor yang memengaruhi kecemasan adalah ketakutan tentang proses persalinan, toleransi rasa sakit yang rendah, dan dukungan keluarga yang tidak
PCRPCR Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang pengelasan bagi siswa SLB Pelita Hati agar dapat mandiri. Materi pelatihanPelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang pengelasan bagi siswa SLB Pelita Hati agar dapat mandiri. Materi pelatihan
PCRPCR Kegiatan PkM ini menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi bagi mahasiswa informatika, terutama dalam konteks penggunaan teknologi. Komunikasi yang efektifKegiatan PkM ini menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi bagi mahasiswa informatika, terutama dalam konteks penggunaan teknologi. Komunikasi yang efektif
STIALANSTIALAN Kata Kunci: Kompetensi; Pengembangan Profesional; Strategi; Bimbingan; Pendampingan; Penulisan Ilmiah. Kompetensi Widyaiswara dalam menulis karya ilmiahKata Kunci: Kompetensi; Pengembangan Profesional; Strategi; Bimbingan; Pendampingan; Penulisan Ilmiah. Kompetensi Widyaiswara dalam menulis karya ilmiah
STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif penelitian kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui dan menggambarkanPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif penelitian kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui dan menggambarkan
Useful /
UMRAHUMRAH Kolaborasi ekosistem dengan mitra teknologi, lembaga riset, dan bahkan pesaing sangat esensial, khususnya dalam konteks Indonesia, untuk memastikan keberlanjutanKolaborasi ekosistem dengan mitra teknologi, lembaga riset, dan bahkan pesaing sangat esensial, khususnya dalam konteks Indonesia, untuk memastikan keberlanjutan
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Faktor pendukung moderasi beragama meliputi peran tokoh agama, program pemerintah yang inklusif, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi.Faktor pendukung moderasi beragama meliputi peran tokoh agama, program pemerintah yang inklusif, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi.
JURNALANNURJURNALANNUR Kedua, terjadi empat kali revisi pada masa Orde Baru, yakni pada tahun 1968, 1975, 1984, dan 1994. Ketiga, terjadi empat kali reformasi pada masa Reformasi,Kedua, terjadi empat kali revisi pada masa Orde Baru, yakni pada tahun 1968, 1975, 1984, dan 1994. Ketiga, terjadi empat kali reformasi pada masa Reformasi,
PCRPCR Siswa SMK seringkali memiliki keahlian teknis yang kuat namun kesulitan dalam komunikasi verbal dan non-verbal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakatSiswa SMK seringkali memiliki keahlian teknis yang kuat namun kesulitan dalam komunikasi verbal dan non-verbal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat