STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan langkah strategis Pendeta dalam menyikapi kasus bunuh diri yang terjadi di Toraja, secara khusus di wilayah Rantetayo. Juga untuk menemukan langkah strategis dalam melawan nafsu bunuh diri serta menemukan makna teologis berdasarkan kesaksian Alkitab. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus yang marak terjadi di Toraja tahun 2020-2024 yaitu peristiwa bunuh diri yang terjadi secara berangsur-angsur, tekanan batin yang dirasakan keluarga, gereja dan pemerintah menjadi sebuah dorongan bagi penulis untuk melakukan penelitian lanjutan dari beberapa karya tulis sebelumnya. Metode yang penulis gunakan adalah metode kualitatif yang bersumber dari studi pustaka, analisis media dan analisis sosial. Teori pendukung dalam karya ini adalah teori tentang kematian, rencana Allah, manusia dan dosa. Pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang pandangan gereja mengenai kematian, kata alkitab tentang kematian dan peran pendeta dalam kasus bunuh diri. Beberapa poin penting dalam menyikapi kasus bunuh diri adalah pendampingan, pelayanan mimbar, pembinaan, arahan/nasihat, perkunjungan, dan pemahaman kepada anggota Jemaat mengenai keburukan dan dosa dari bunuh diri. Hasil penelitian ini adalah bahwa pendeta sebagai gembala jemaat dapat melakukan suara kenabian, teologi dialog, dan pelayanan pastoral secara berkesinambungan.

Peran pendeta sebagai gembala jemaat sangat penting dalam menangani kasus bunuh diri melalui pendekatan teologis dan pastoral.Gereja perlu meningkatkan keterlibatan aktif dalam mencegah bunuh diri dengan memperkuat dialog antara masyarakat, pemerintah, dan gereja.Selain itu, diperlukan revitalisasi pelayanan pastoral yang berkelanjutan dan pengembangan teologi kontekstual untuk merespons tantangan sosial saat ini.

1. Penelitian lanjutan tentang dampak jangka panjang pelayanan pastoral terhadap perilaku bunuh diri di daerah lain di Indonesia. 2. Studi komparatif mengenai peran pendeta dalam budaya dan agama lain untuk memahami perbedaan pendekatan teologis dalam mencegah bunuh diri. 3. Pengembangan model intervensi berbasis teologi kontekstual yang disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat Toraja dan daerah sekitarnya.

  1. Peran dan Pandangan Teologis Pendeta dalam Kasus Bunuh Diri | Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika.... doi.org/10.34081/fidei.v8i1.549Peran dan Pandangan Teologis Pendeta dalam Kasus Bunuh Diri Fidei Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika doi 10 34081 fidei v8i1 549
Read online
File size326.55 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test