E GREENATIONE GREENATION

Greenation International Journal of Economics and AccountingGreenation International Journal of Economics and Accounting

Penelitian ini mengeksplorasi apakah kinerja ESG berfungsi sebagai katalis struktural untuk konvergensi Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (SDG) menuju standar OECD di pasar berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis empat tahap, termasuk uji Kruskal-Wallis, regresi konvergensi beta, analisis korelasi Spearman, dan dekomposisi celah ESG-SDG. Hasil menunjukkan konvergensi beta yang signifikan dalam kinerja global SDG (β = −0.0042, p < .001), dengan Indonesia mencatat peningkatan terbesar pada SDG 9 namun masih memiliki defisit besar dalam dimensi tata kelola. Korelasi Spearman mengidentifikasi SDG 3, 1, 9, dan 16 sebagai tujuan yang paling terintegrasi secara struktural. Analisis ini menunjukkan bahwa peningkatan ESG di bidang tata kelola, seperti akuntabilitas rantai pasok, transparansi dewan, dan investasi R&D, menjadi jalur utama untuk mempercepat konvergensi SDG di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Studi ini menunjukkan bahwa kinerja ESG berkontribusi pada konvergensi SDG global, dengan negara-negara berkinerja rendah meningkatkan kinerja lebih cepat.Indonesia mencatat peningkatan terbesar pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) sejak 2015, tetapi masih memiliki defisit besar (−35,0 poin) terhadap rata-rata OECD.SDG 3, 1, 9, dan 16 terbukti sebagai inti struktural dari pencapaian SDG nasional.Untuk mempercepat konvergensi, reformasi ESG di bidang tata kelola, khususnya akuntabilitas rantai pasok, transparansi dewan, dan investasi R&D, dianggap sebagai intervensi terpenting.Namun, kecepatan saat ini akan membuat Indonesia mencapai target OECD sekitar tahun 2032, dua tahun setelah tenggat waktu SDG 2030.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, menganalisis dampak reformasi ESG jangka panjang terhadap konvergensi SDG dengan pendekatan longitudinal, terutama di negara-negara ASEAN lainnya. Kedua, membandingkan dinamika ESG-SDG di pasar berkembang dengan berbagai kerangka regulasi, seperti perbedaan antara Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara. Ketiga, mengeksplorasi faktor-faktor non-ESG, seperti kualitas sumber daya manusia atau investasi infrastruktur, yang mungkin memperkuat atau menghalangi konvergensi SDG. Dengan memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme intervensi kebijakan yang efektif.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1057/s41287-026-00742-yClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1057 s41287 026 00742 y
  2. Sustainable Development Goals (SDGs) practices and firms' financial performance: Moderating role... doi.org/10.3934/GF.2024007Sustainable Development Goals SDGs practices and firms financial performance Moderating role doi 10 3934 GF 2024007
  3. Vol. 4 No. 3 (2026): Greenation International Journal of Economics and Accounting (July - August 2026)... doi.org/10.38035/gijea.v4i3Vol 4 No 3 2026 Greenation International Journal of Economics and Accounting July August 2026 doi 10 38035 gijea v4i3
  4. Performance measurement of ESG-themed megatrend investments in global equity markets using pure factor... doi.org/10.1371/journal.pone.0244225Performance measurement of ESG themed megatrend investments in global equity markets using pure factor doi 10 1371 journal pone 0244225
Read online
File size687.82 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test