CHEM UPRCHEM UPR

Jurnal Ilmiah Kanderang TingangJurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Masalah umum dalam mengajar bahasa Inggris di sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah ketidaksesuaian antara kurikulum yang diajarkan dan kebutuhan pasar kerja. Proses pembelajaran bahasa Inggris di SMK berbeda dengan sekolah umum, karena keterampilan menulis, membaca, berbicara, dan mendengar merupakan bagian integral dari pengalaman pendidikan di sekolah kejuruan, khususnya dalam program bahasa Inggris kejuruan. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris adalah Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), yang dirancang untuk menantang siswa menyelesaikan masalah nyata yang sering dihadapi dalam industri pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan PjBL, khususnya di Departemen Pariwisata, untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris dan pemahaman tentang layanan pariwisata, perencanaan, dan pengalaman otentik, yang akhirnya menghasilkan produk seperti brosur. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Untuk mengukur efektivitas program, dilakukan tes awal dan tes akhir. Hasil siklus 1 menunjukkan bahwa implementasi PjBL sebesar 67% karena guru dan siswa masih menyesuaikan diri dengan model pembelajaran ini. Namun, di siklus 2, implementasi meningkat menjadi 94,4%, melebihi target minimum 80%. Tingkat keterlibatan siswa tercatat sebesar 81,25%, dan sebagian besar skor tes akhir berada dalam rentang 70–80. Penggunaan PjBL dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah kejuruan untuk pariwisata terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa, sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini.

Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam materi Travel Guide Showcase terbukti efektif dalam meningkatkan implementasi pembelajaran, keterlibatan siswa, dan hasil belajar bahasa Inggris dalam Program Bisnis Layanan Pariwisata.Dalam siklus 1, implementasi pembelajaran masih terbatas (67%) karena guru dan siswa masih menyesuaikan diri dengan model pembelajaran proyek.Namun, tingkat keterlibatan siswa telah mencapai 74,65%, menunjukkan minat dan partisipasi aktif sejak awal.Rata-rata skor tes awal sebesar 64,75 juga mengonfirmasi bahwa kemampuan awal siswa masih perlu ditingkatkan, terutama dalam keterampilan produktif seperti berbicara dan menulis.Perbaikan yang dilakukan dalam siklus 2 menghasilkan peningkatan signifikan dengan tingkat implementasi 94,4%, keterlibatan siswa 81,25%, dan sebagian besar skor tes akhir berada dalam rentang 70–80.Data ini menunjukkan bahwa PjBL dapat meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa dalam konteks pariwisata, khususnya di bidang berbicara, menulis, dan mendengar, yang dibutuhkan dalam aktivitas promosi pariwisata.Secara keseluruhan, PjBL telah terbukti tidak hanya meningkatkan hasil belajar tetapi juga memperkuat keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.

Untuk melanjutkan penelitian ini, ada beberapa arah studi yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang dari PjBL terhadap keterampilan kerja siswa di sektor pariwisata, seperti kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional. Kedua, penelitian dapat membandingkan efektivitas PjBL dengan metode pembelajaran lainnya dalam bidang kejuruan selain pariwisata, seperti teknik atau pertanian, untuk melihat apakah pendekatan ini universal. Ketiga, penelitian lanjutan bisa fokus pada integrasi teknologi digital dalam PjBL, seperti penggunaan platform media sosial atau aplikasi desain grafis, untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi tren industri modern. Selain itu, penting untuk mengevaluasi peran guru dalam memfasilitasi PjBL, termasuk pelatihan tambahan yang diperlukan agar mereka mampu merancang proyek yang kontekstual dan relevan. Penelitian juga bisa melibatkan lebih banyak sekolah di daerah berbeda untuk memastikan keberhasilan PjBL tidak hanya tergantung pada lokasi atau sumber daya tertentu. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang keefektifan PjBL dalam berbagai konteks pendidikan vokasi dan membantu pengembangan kebijakan pembelajaran yang lebih inklusif.

Read online
File size382.75 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test