ALQOLAMALQOLAM

Jurnal Studi PesantrenJurnal Studi Pesantren

Di era disrupsi, orientasi karier generasi muda bergeser ke arah pragmatisme dan materialisme. Namun, pesantren tetap mempertahankan mikrokosmos alternatif yang berbasis pada total devosi. Penelitian ini mengeksplorasi reaktualisasi filosofi Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyowone Pisan di kalangan mahasiswi-guru di Pondok Pesantren Al Iman Putri Ponorogo. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus komparatif, penelitian ini menemukan bahwa filosofi ini berfungsi sebagai modal spiritual dan sistem imunitas teosentris yang melawan logika ekonomi transaksional. Pada tingkat MTs, fokus utamanya adalah mobilisasi fisik dan disiplin struktural, sedangkan pada tingkat MA, fokusnya adalah kapasitas kognitif-psikologis. Ketika menghadapi beban ganda dan kelelahan ekstrem, dimensi sak nyowone pisan menjadi sumber ketahanan transendental, mengubah tekanan psikologis menjadi ibadah. Penelitian ini menekankan pentingnya internalisasi nasihat kiai dalam menjaga karakter-based Islamic education melawan gelombang pragmatisme modern.

Di tengah era disrupsi yang pragmatis dan materialistis, penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi lokal pesantren Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyowone Pisan berhasil direaktualisasikan sebagai sistem resiliensi spiritual (spiritual capital).Mahasiswi-guru mendekonstruksi logika ekonomi transaksional dan memandang waktu kuliah dan amanah khidmah sebagai investasi karakter, pencarian keberkahan hidup, dan ladang amal jariyah.Terdapat perbedaan lokus penekanan etos kerja antara tingkat MTs dan MA, dengan MTs lebih fokus pada energi fisik dan mekanis, sedangkan MA lebih menuntut kapasitas intelektual dan kedalaman psikologis.Ketika menghadapi burnout, dimensi sak nyowone pisan menjadi poros imunitas moral terdalam, yang digerakkan oleh motivasi batin teologis dan doktrin dari pengasuh pondok.Kesadaran ini membuat mereka mampu melepaskan ambisi pribadi demi menjaga keberlangsungan pendidikan Islam.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki dampak jangka panjang dari reaktualisasi filosofi ini pada mahasiswi-guru. Selain itu, penelitian komparatif yang lebih luas dapat dilakukan untuk membandingkan etos kerja di berbagai pesantren dengan latar belakang dan karakteristik yang berbeda. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswi-guru dalam menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Read online
File size719.35 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test