INAISINAIS

Jurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Program penanaman 10.000 bibit pohon di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, merupakan langkah integrasi aspek ekologi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatan ini bertujuan mengurangi degradasi lahan, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendorong inovasi UMKM berbasis pertanian, sejalan dengan tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui Kuliah Kerja Nyata (KKNT) mahasiswa Institut Agama Islam Sahid Bogor. Metode meliputi tahap perencanaan (FGD dengan pemangku kepentingan), pelaksanaan (penanaman gotong royong di lahan kritis dan pekarangan), pendampingan (monitoring pertumbuhan dan pelatihan pengolahan produk seperti dodol nangka), serta evaluasi (pengukuran tingkat keberhasilan bibit hidup dan dampak ekonomi). Program berhasil menanam 10.000 bibit pohon jenis nangka, durian, sirsak, jambu, jengkol, mahoni, tabebuya, petai, dan alpukat. Analisis SWOT mengonfirmasi kekuatan dari dukungan masyarakat dan kesuburan tanah, namun tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan modal perlu diatasi melalui strategi keberlanjutan seperti diversifikasi tanaman dan pengembangan ekowisata. Program ini membuktikan model penghijauan sebagai katalisator pemberdayaan ekonomi berkelanjutan, dengan potensi replikasi di desa lain untuk integrasi konservasi lingkungan dan penguatan UMKM.

000 bibit pohon di Desa Kalong Liud menunjukkan bahwa integrasi antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dan saling memperkuat.Kegiatan penanaman yang melibatkan masyarakat, kelompok tani, serta pemuda desa melalui pendekatan partisipatif telah menghasilkan dampak awal berupa peningkatan tutupan hijau, penguatan gotong royong, serta tumbuhnya inovasi ekonomi berbasis hasil pertanian, khususnya melalui pengembangan produk olahan seperti dodol nangka.Beragam jenis pohon yang ditanam memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang saling melengkapi dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan ketahanan pangan, menambah pendapatan, serta memperindah lanskap desa.Meskipun program masih berlangsung, model penghijauan produktif ini mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap kelangsungan hidup bibit pohon di Desa Kalong Liud, khususnya pada spesies yang rentan terhadap fluktuasi cuaca. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model pendanaan alternatif bagi UMKM lokal, seperti koperasi atau kerja sama dengan lembaga keuangan mikro, agar mampu mengatasi keterbatasan modal dalam pengembangan produk olahan. Terakhir, studi tentang efektivitas pengembangan ekowisata sebagai strategi peningkatan ekonomi desa perlu dilakukan, termasuk evaluasi potensi atraksi alam dan budaya yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Read online
File size250.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test