INAISINAIS

Jurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Sahid Mengabdi : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan UMKM di Desa Karehkel melalui pemberdayaan yang ada di wilayah tersebut dengan cara melakukan inovasi berupa eksperimen dari sayuran Caisim yang diolah menjadi Bumbu Tabur Sehat. Subjek dari Penelitian ini warga Desa Karehkel khususnya Petani Sayuran Caisim. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa UMKM yang ada di Desa Karehkel meningkat dan berpengaruh positif terhadap Desa Karehkel. Dan Penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan Inovasi di Desa tersebut berkelanjutan.

Sayuran merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan air yang sangat tinggi sama seperti buah-buhan, namun beberapa diantara sayuran tersebut ada yang dapat dikonsumsi tanpa harus dimasak, namun ada juga sayuran yang bisa dibuat menjadi bumbu sehat atau bumbu tabur, seperti bumbu tabur dari bahan utama yang berasal dari sayuran caisim yang sangat praktis dan bisa digunakan untuk memasak atau menjadikan toping makanan.Caisim merupkan sayuran yang memiliki kandungan protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin B dan vitamin C.Nutrisi yang berperan besar dalam menyusun hampir semua sel tubuh, termasuk tulang, otot, paru-paru, dan lain-lain.Nilai ekonomi tanaman caisim terletak pada daunnya yang dapat dikonsumsi, oleh karena itu dalam peningkatan produksi fokusnya adalah pada peningkatan hasil vegetatif melalui pemupukan.

Untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM di Desa Karehkel, perlu dipertimbangkan pengembangan produk olahan sayuran caisim yang lebih beragam. Selain bumbu tabur, dapat dieksplorasi inovasi produk lain seperti keripik atau snack sehat. Apakah ada potensi pasar untuk produk-produk tersebut? Bagaimana cara memasarkan produk-produk ini secara efektif? Apakah ada strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas? Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa proses produksi dan pengemasan produk olahan sayuran caisim memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan. Apakah ada pelatihan atau pendampingan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal ini? Bagaimana cara memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang berlaku? Terakhir, perlu dipertimbangkan strategi diversifikasi produk dan pasar untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk atau pasar tertentu. Apakah ada peluang untuk mengembangkan produk olahan sayuran caisim yang berbeda atau menjangkau pasar baru? Bagaimana cara memaksimalkan potensi pasar lokal dan regional untuk produk-produk ini? Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, diharapkan UMKM di Desa Karehkel dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Read online
File size136.76 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test