UNKRISUNKRIS

JURNAL ELEKTROJURNAL ELEKTRO

Kebakaran dapat dianggap sebagai satu diantara berbagai jenis musibah karena sifatnya yang membahayakan lingkungan dan masyarakat serta sulit dikendalikan. Kebakaran merupakan suatu insiden yang dapat membahayakan dan mengganggu kelangsungan hidup manusia, dan dapat terjadi di berbagai tempat seperti gedung, perumahan, dan hutan. Pada saat ini, orang – orang keluar bekerja dari pagi hingga sore hari meninggalkan rumah atau tempat tinggal cukup lama. Sehingga musibah seperti kebakaran kadang tak bisa diatasi saat meninggalkan rumah. Meskipun demikian, kebakaran dapat dihindari dengan berbagai cara. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang mampu mendeteksi dan melakukan proteksi dini jika terjadi kebakaran. Sistem yang digunakan tersebut terdiri dari sensor api, asap dan suhu yang diintegrasikan dengan Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32. Dimana sensor api dapat mendeteksi api hingga jarak 160 cm pada sudut 0⁰ dan saat sudut 90⁰ hanya pada jarak 12 cm. Sehingga semakin besar sudut antara detektor sensor api dengan sumber api, maka pembacaan sensor menjadi berkurang. Sensor asap mendeteksi asap saat kadar asap mencapai 402 PPM serta sensor suhu yang memberikan notifikasi ke android saat mendeteksi suhu melebihi 41.8 ⁰C. Sensor suhu juga memiliki tingkat pembacaan yang sangat akurat karena dapat melakukan update yang lebih cepat dibandingkan dengan alat ukur suhu HTC-1. Sehingga saat terdeteksi adanya kebakaran, dapat langsung melakukan pencegahan dengan adanya notifikasi ke aplikasi android, alarm berupa buzzer dan memberikan proteksi menggunakan relay secara cepat dan efektif serta melakukan kontrol jendela menggunakan motor servo secara IoT.

Ketiga sensor mampu mendeteksi adanya api, asap dan juga suhu ruangan.Sensor api dapat mendeteksi api hingga 160 cm pada sudut 0⁰ dan saat jarak 170 cm tidak dapat lagi mendeteksi adanya api dan pada jarak 12 cm di sudut 90⁰.Sensor asap mendeteksi kadar asap saat bernilai lebih dari 402 PPM dan untuk sensor suhu memiliki tingkat keakuratan yang baik karena dapat melakukan update secara cepat dibandingkan dengan alat ukur suhu HTC-1 serta saat suhu menunjukkan nilai lebih dari 41.8 ⁰C akan memberikan keterangan suhu tinggi.Android memberikan notifikasi serta buzzer akan berbunyi ketika ketiga sensor mendeteksi terjadinya kebakaran.Sistem proteksi juga bekerja dengan memberikan proteksi berupa listrik mati dan pompa air menyala untuk mematikan api.Sistem proteksi tersebut mempunyai delay dalam selang waktu 5-6 detik saat sensor api mendeteksi adanya api.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem pendeteksi kebakaran dengan menambahkan sensor deteksi kebocoran gas LPG untuk memperluas kemampuan sistem dalam mencegah kebakaran sejak dini. Selanjutnya, sistem proteksi dapat diperluas dengan memasukkan kontrol IoT untuk lampu dan pompa air, bukan hanya motor servo, sehingga respons sistem lebih komprehensif. Terakhir, penambahan exhaust fan untuk mendinginkan ruangan dapat meningkatkan efektivitas sistem dalam mengurangi risiko kerusakan akibat kebakaran.

Read online
File size1.1 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test