ITSITS

IPTEK The Journal of EngineeringIPTEK The Journal of Engineering

Proses proofing adalah langkah penting dalam pembuatan roti, di mana adonan dibiarkan istirahat untuk mengembangkan kandungan gas dan membentuk struktur yang lembut. Namun, banyak produsen roti berskala kecil masih mengandalkan metode manual untuk proofing, yang menyebabkan tingkat suhu dan kelembaban yang tidak stabil dan waktu produksi yang lebih lama. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem listrik untuk proofer roti yang dapat menstabilkan suhu dan kelembaban selama proses proofing. Sistem ini mencakup mikrokontroler Arduino Mega dengan sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban secara real-time, LCD I2C untuk pemantauan, dan potentiometer untuk mengatur nilai suhu dan kelembaban yang diinginkan. Untuk mencapai stabilitas, digunakan sistem kontrol PID. Hasil menunjukkan bahwa sistem dapat menstabilkan suhu pada 40,10 oC dan kelembaban pada 80-90RH selama sekitar 38,4 menit. Sistem listrik ini menawarkan solusi efektif untuk mengoptimalkan proses proofing dalam produksi roti.

Dari proses perencanaan hingga desain sistem dalam sistem listrik proofer adonan roti, dapat disimpulkan bahwa.Sistem listrik yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan pengendali, sensor, dan aktuatornya.Sensor yang digunakan dalam sistem ini adalah DHT22 untuk membaca suhu dan kelembaban.Selanjutnya, hasil pembacaan sensor ditampilkan pada layar LCD I2C 16X2.Aktuator yang digunakan dalam sistem ini termasuk pemanas untuk meningkatkan nilai kelembaban di ruang proofing dengan menghasilkan uap, kipas ekstraksi untuk mengurangi nilai kelembaban dengan mengeluarkan uap ke udara bebas, dan lampu pijar untuk meningkatkan suhu di ruang proofing dengan mengeluarkan panas yang intensitasnya diatur oleh pengendali.Pengendali menggunakan Arduino Mega yang berfungsi untuk mengkoordinasikan pembacaan sensor dan memberikan perintah kepada aktuatornya untuk menstabilkan suhu dan kelembaban di ruang proofer.Stabilitas suhu dan kelembaban dikoordinasikan oleh pengendali berdasarkan hasil pembacaan sensor dan kerja aktuatornya.Jika kelembaban < 80RH maka sistem akan memicu relay SSR sehingga pemanas akan menyala, jika kelembaban > 90RH maka sistem akan memicu relay untuk menyalakan kipas ekstraksi untuk mengeluarkan uap di ruang proofing dan pemanas dimatikan.Jika suhu < 40oC maka sistem akan memicu dimmer sehingga emisi panas yang dihasilkan oleh lampu pijar terjadi dan suhu meningkat, jika suhu > 40oC maka sistem akan memicu dimmer untuk mengurangi intensitas cahaya lampu pijar sehingga suhu dapat stabil di ruang proofing dan proses stabilisasi suhu ini menggunakan sistem kontrol PID.Kinerja stabilitas suhu dan kelembaban sistem proofer dapat menstabilkan suhu pada suhu 40,10 oC dan kelembaban dalam rentang 80 - 90RH selama 38,4 menit.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengembangkan sistem kontrol PID yang lebih canggih untuk meningkatkan stabilitas suhu dan kelembaban dalam ruang proofing. Penelitian ini telah menunjukkan kemampuan sistem untuk mencapai stabilitas, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan. Dengan menggunakan algoritma kontrol PID yang lebih kompleks, sistem dapat mencapai stabilitas yang lebih baik dan lebih cepat. 2. Mengintegrasikan sistem pemantauan dan kontrol yang lebih canggih untuk memantau kondisi proofing secara real-time. Penelitian ini telah menggunakan sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban, tetapi dengan menambahkan sensor tambahan seperti kamera atau sensor gas, sistem dapat memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif tentang kondisi proofing. 3. Menganalisis dampak penggunaan sistem listrik proofer pada kualitas adonan dan produk roti akhir. Penelitian ini telah fokus pada stabilitas suhu dan kelembaban, tetapi dampak sistem pada kualitas adonan dan roti belum dieksplorasi secara mendalam. Dengan melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh sistem pada karakteristik adonan dan kualitas roti, penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap industri roti.

  1. Performance Analysis Comparison of DHT11, DHT22 and DS18B20 as Temperature Measurement | Atlantis Press.... atlantis-press.com/proceedings/icses-22/125989928Performance Analysis Comparison of DHT11 DHT22 and DS18B20 as Temperature Measurement Atlantis Press atlantis press proceedings icses 22 125989928
  2. Review of Intelligent and Nature-Inspired Algorithms-Based Methods for Tuning PID Controllers in Industrial... doi.org/10.18196/Jrc.V5i2.20850Review of Intelligent and Nature Inspired Algorithms Based Methods for Tuning PID Controllers in Industrial doi 10 18196 Jrc V5i2 20850
  3. Penerapan Mesin Pengembang Adonan Roti (Proofer) Untuk Meningkatkan Produktivitas UKM Roti Bangkalan... doi.org/10.30591/Japhb.V6i2.4420Penerapan Mesin Pengembang Adonan Roti Proofer Untuk Meningkatkan Produktivitas UKM Roti Bangkalan doi 10 30591 Japhb V6i2 4420
Read online
File size1.08 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test