STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenSESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenDoktrin baptisan Roh Kudus dalam teologi Pentakosta klasik sering kali dipahami secara eksklusif sebagai pengalaman spiritual individual yang ditandai dengan glossolalia. Namun, seiring berkembangnya zaman, pemahaman ini kerap memicu polarisasi doktrinal dengan teologi Injili dan mengalami reduksi makna menjadi sekadar fenomena emosional di gereja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi teologi baptisan Roh Kudus dalam gerakan Pentakosta guna menemukan relevansi dan implikasinya bagi gereja abad ke-21. Menggunakan metode kualitatif-teologis dengan pendekatan teologi sistematika dan studi literatur, penelitian ini menganalisis ulang esensi pneumatologi Pentakosta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi teologi baptisan Roh Kudus harus digeser dari paradigma yang egosentris-emosional menuju paradigma pemberdayaan misional (missional empowerment). Baptisan Roh Kudus bukan sekadar tanda keselamatan atau legitimasi spiritualitas, melainkan katalisator etis yang mengintegrasikan karunia roh (charismata) dengan buah roh (fruit of the Spirit). Implikasinya bagi gereja masa kini adalah reposisi model pemuridan yang seimbang, peningkatan aktivitas misi sosial yang kontekstual, dan pemulihan esensi ibadah yang transformatif di tengah masyarakat sekuler.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi teologi baptisan Roh Kudus dalam gerakan Pentakosta merupakan kebutuhan darurat eklesiologis demi menyelamatkan gereja modern dari krisis reduksi makna dan pendangkalan spiritualitas.Melalui analisis kritis teologis kontemporer, ditemukan bahwa formulasi orisinal Pentakosta klasik yang bersumber dari dokumen historis awal seperti Statement of Fundamental Truths (1914) serta eksegesis radikal teks Kisah Para Rasul 1.1-4 (eplēsthēsan), sejatinya menempatkan pencurahan Roh Kudus sebagai karunia pemberdayaan panggilan profetik-vokasional (prophetic vocational empowerment).Namun, dalam praksis gereja kontemporer, doktrin ini mengalami penyusutan makna yang masif, direduksi menjadi sekadar legalitas teologis pembuktian identitas kelompok lewat glossolalia, atau sekadar komodifikasi liturgis demi mengejar katarsis emosional sesaat yang egosentris.Sebagai solusi atas krisis pendangkalan tersebut, penelitian ini menawarkan Paradigma Missional Empowerment sebagai wujud nyata rekonstruksi teologis yang kontekstual.Paradigma baru ini menuntut pemulihan integrasi mutlak antara karunia roh (charismata) dan karakter kristiani yang bersumber dari buah roh (fruit of the Spirit).Baptisan Roh Kudus yang otentik harus digeser lokus manifestasinya.dari yang semula eksklusif di dalam batasan ritus liturgi altar (altar), meluas menuju keberanian etis di ruang publik (marketplace).Dengan demikian, kuasa Roh Kudus diposisikan kembali sebagai energi ilahi yang menggerakkan gereja abad ke-21 untuk keluar merespons krisis kemanusiaan, melawan ketidakadilan, sekularisme, dan menjadi agen transformasi sosial yang membawa nilai-nilai transformatif Kerajaan Allah di tengah masyarakat plural modern.
Untuk mengatasi krisis reduksi makna baptisan Roh Kudus, penelitian ini mengusulkan Paradigma Missional Empowerment sebagai solusi kontekstual. Paradigma ini menuntut pemulihan integrasi antara karunia roh dan karakter kristiani, serta memposisikan baptisan Roh Kudus sebagai katalisator etis untuk transformasi sosial. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan pergeseran fokus riset dari apologetika dogmatis defensif menuju pengembangan teologi publik Pentakosta yang mampu berdialog dengan isu-isu sosial, ekologi, ekonomi, dan keadilan global. Liturgi ibadah kontemporer perlu dievaluasi agar tidak terjebak dalam manipulasi psikologis-emosional, melainkan mengutus jemaat yang telah dipenuhi Roh Kudus untuk berdampak nyata melalui profesi mereka di masyarakat. Penelitian empiris-fenomenologis kuantitatif dan kualitatif di lapangan juga disarankan untuk mengukur korelasi antara pengalaman baptisan Roh Kudus dengan keterlibatan jemaat dalam pelayanan misi sosial-kemasyarakatan.
| File size | 335.75 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Adapun komponen yang paling terpengaruhi pada saat terjadi guncangan adalah kelompok rekreasi dan olahraga. Komoditi pada kelompok ini memerlukan waktuAdapun komponen yang paling terpengaruhi pada saat terjadi guncangan adalah kelompok rekreasi dan olahraga. Komoditi pada kelompok ini memerlukan waktu
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Degradasi moral peserta didik di era digital menjadi salah satu persoalan pendidikan yang semakin mendesak, ditandai dengan menurunnya kesantunan, berkurangnyaDegradasi moral peserta didik di era digital menjadi salah satu persoalan pendidikan yang semakin mendesak, ditandai dengan menurunnya kesantunan, berkurangnya
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Namun, implementasi kebijakan publik tidak terlepas dari respons dan persepsi masyarakat yang berkembang di media sosial. Penelitian ini bertujuan untukNamun, implementasi kebijakan publik tidak terlepas dari respons dan persepsi masyarakat yang berkembang di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Evaluasi sistem dilakukan melalui Alpha Testing untuk menguji fungsionalitas dan Beta Testing menggunakan kuesioner skala Likert yang dianalisis denganEvaluasi sistem dilakukan melalui Alpha Testing untuk menguji fungsionalitas dan Beta Testing menggunakan kuesioner skala Likert yang dianalisis dengan
AIBPMAIBPM Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak pemasaran digital, orientasi pasar, kompetensi kewirausahaan, dan karakteristik kewirausahaan terhadapPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak pemasaran digital, orientasi pasar, kompetensi kewirausahaan, dan karakteristik kewirausahaan terhadap
AIBPMAIBPM USc merujuk pada lingkungan fisik dan fasilitas yang disediakan oleh universitas. Sementara itu, ISQ berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi sistemUSc merujuk pada lingkungan fisik dan fasilitas yang disediakan oleh universitas. Sementara itu, ISQ berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi sistem
AIBPMAIBPM Selain itu, perusahaan multinasional (MNEs) sering menggunakan RPTs untuk memindahkan laba ke yurisdiksi pajak rendah, mengurangi kewajiban pajak merekaSelain itu, perusahaan multinasional (MNEs) sering menggunakan RPTs untuk memindahkan laba ke yurisdiksi pajak rendah, mengurangi kewajiban pajak mereka
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pengendalian inflasi sesuai dengan karakteristik setiap klaster. Selain itu, fokus pada indikator pengeluaran yangPemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pengendalian inflasi sesuai dengan karakteristik setiap klaster. Selain itu, fokus pada indikator pengeluaran yang
Useful /
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Setelah proses penyaringan dan penilaian kelayakan, sebanyak 40 studi disintesis menggunakan kerangka Population–Concept–Context (PCC). Meskipun buktiSetelah proses penyaringan dan penilaian kelayakan, sebanyak 40 studi disintesis menggunakan kerangka Population–Concept–Context (PCC). Meskipun bukti
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Analisis kualitatif melalui aplikasi seluler Flutter menunjukkan bahwa sistem ini tangguh terhadap perubahan latar belakang dan sudut pandang, meskipunAnalisis kualitatif melalui aplikasi seluler Flutter menunjukkan bahwa sistem ini tangguh terhadap perubahan latar belakang dan sudut pandang, meskipun
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Aplikasi ini meningkatkan efektivitas kinerja guru dan menyederhanakan proses pemantauan bagi administrator dan kepala sekolah. Aplikasi ini dikembangkanAplikasi ini meningkatkan efektivitas kinerja guru dan menyederhanakan proses pemantauan bagi administrator dan kepala sekolah. Aplikasi ini dikembangkan
ITSITS Dari proses perencanaan hingga desain sistem dalam sistem listrik proofer adonan roti, dapat disimpulkan bahwa. Sistem listrik yang digunakan dalam penelitianDari proses perencanaan hingga desain sistem dalam sistem listrik proofer adonan roti, dapat disimpulkan bahwa. Sistem listrik yang digunakan dalam penelitian