UnimorUnimor

MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan MatematikaMATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika

Kecemasan matematika merupakan faktor afektif yang telah banyak dikaji dan diketahui berdampak negatif terhadap kinerja serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah pada siswa sekolah menengah pertama di Indonesia. Sebanyak 35 siswa kelas VII dan VIII dari SMP Sangkara Medan berpartisipasi dalam penelitian ini. Kecemasan matematika diukur menggunakan kuesioner skala Likert 20 butir (skor rendah menunjukkan tinggi), sedangkan keterampilan pemecahan masalah dinilai melalui lima soal uraian yang diberi skor dengan rubrik empat tingkat. Hasil statistik deskriptif menunjukkan tingkat kecemasan matematika sedang hingga tinggi (M = 33,31; SD = 6,59) dan kemampuan pemecahan masalah rendah hingga sedang (M = 8,06; SD = 4,33). Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (r = 0,774; p < 0,001). Karena skala kecemasan diberi kode terbalik, hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecemasan matematika, semakin rendah kemampuan pemecahan masalah siswa. Temuan ini memberikan bukti awal bahwa penanganan tantangan afektif dapat membantu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa dalam konteks yang serupa.

Penelitian ini mengonfirmasi hubungan signifikan antara kecemasan matematika dan kemampuan pemecahan masalah di antara siswa sekolah menengah pertama Indonesia.Temuan menunjukkan bahwa tingkat kecemasan matematika yang lebih tinggi berkorelasi dengan kinerja pemecahan masalah yang lebih rendah, menekankan pentingnya penanganan faktor afektif dalam pendidikan matematika.Dengan mengenali peran penghalang emosional, pendidik dapat merancang praktik kelas yang tidak hanya mengembangkan keterampilan kognitif siswa tetapi juga mendukung kesejahteraan emosional mereka.Hasil ini memberikan bukti awal yang dapat menginformasikan strategi instruksional dalam konteks sekolah menengah pertama serupa dan menekankan kebutuhan intervensi untuk mengurangi kecemasan matematika.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi emosional terhadap kemampuan matematika siswa, seperti program relaksasi kelas atau pelatihan guru untuk mengelola suasana belajar. Selain itu, penting untuk mempelajari perbedaan budaya dalam konteks Indonesia, misalnya bagaimana faktor sosial atau kurikulum lokal memengaruhi hubungan antara kecemasan matematika dan kinerja pemecahan masalah. Penelitian juga bisa menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif siswa dalam menghadapi kecemasan matematika, termasuk pengaruh gender atau latar belakang pendidikan orang tua. Dengan memperluas sampel dan wilayah penelitian, hasil ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih umum untuk kebijakan pendidikan matematika di Indonesia.

  1. PISA 2018 Results (Volume I) | OECD. pisa results volume oecd skip main content students know report... oecd.org/en/publications/pisa-2018-results-volume-i_5f07c754-en.htmlPISA 2018 Results Volume I OECD pisa results volume oecd skip main content students know report oecd en publications pisa 2018 results volume i 5f07c754 en html
  2. The Role of Anxiety in the Relationship between Self-efficacy and Math Achievement | Revista de psicología.... doi.org/10.5093/psed2020a7The Role of Anxiety in the Relationship between Self efficacy and Math Achievement Revista de psicologya doi 10 5093 psed2020a7
  3. WHO FEARS MATH MORE? GENDER INSIGHTS INTO MATHEMATICS ANXIETY | SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA.... doi.org/10.26618/acnck412WHO FEARS MATH MORE GENDER INSIGHTS INTO MATHEMATICS ANXIETY SIGMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA doi 10 26618 acnck412
Read online
File size372.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test