IPDNIPDN
Jurnal Politik Pemerintahan Dharma PrajaJurnal Politik Pemerintahan Dharma PrajaIlmu pemerintahan secara tradisional didominasi oleh perspektif yang menempatkan lembaga negara formal sebagai aktor utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian terkini menekankan tata kelola kolaboratif, tetapi penelitian empiris dan konseptual yang menjelaskan interaksi antara lembaga formal dan informal masih terbatas, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Artikel ini membahas kesenjangan tersebut dengan menganalisis interaksi antara lembaga formal dan informal dalam pelaksanaan fungsi pemerintah daerah, penyampaian layanan publik, pembangunan regional, dan pemberdayaan masyarakat. Studi ini mengadopsi kerangka kerja Helmke dan Levitsky tentang lembaga formal dan informal, serta memperluas tipologi empat pola asli dengan mengusulkan pola delegatif kelima, di mana lembaga pemerintah formal mendelegasikan fungsi implementasi kepada aktor informal untuk tujuan tata kelola dan politik strategis. Penelitian ini menggunakan archival research dengan menganalisis literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan studi empiris mengenai tata kelola dan praktik pemerintah daerah di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa interaksi institusional formal dan informal dalam tata kelola lokal Indonesia dicirikan oleh lima pola relasional, yaitu komplementer, substitutif, akomodatif, kompetitif, dan delegatif. Studi ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat dibentuk melalui interaksi dinamis antara lembaga pemerintahan formal dan kelembagaan informal, sehingga memberikan kerangka analitis yang lebih luas untuk memahami hubungan pemerintah dan masyarakat serta tata kelola dalam konteks desentralisasi.
Artikel ini menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat, inti dari studi tata kelola, tidak dapat dipahami secara memadai jika hanya terbatas pada kinerja dan desain lembaga formal.Melalui eksplorasi konseptual dan analisis empiris, penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam lokal merupakan hasil dari interaksi kompleks antara formal dan informal.Pendekatan yang terlalu berpusat pada negara telah terbukti tidak memadai dalam menjelaskan realitas tata kelola yang dinamis dan bersemangat di tingkat lokal.Artikel ini mengusulkan kerangka kerja yang diperluas dengan mengidentifikasi lima pola interaksi kelembagaan formal dan informal, yaitu komplementer, substitutif, akomodatif, kompetitif, dan delegatif.Pola delegatif secara konseptual berbeda karena ditandai dengan transfer tanggung jawab yang disengaja dari lembaga pemerintahan formal ke aktor informal, sementara otoritas formal mempertahankan kekuasaan pengambilan keputusan.Artikel ini berkontribusi pada ilmu pemerintahan dengan memposisikan interaksi kelembagaan formal dan informal sebagai unit analisis utama untuk memahami hubungan pemerintah-masyarakat.Temuan ini menunjukkan bahwa reformasi tata kelola harus mengembangkan pengaturan kelembagaan yang jelas, mendefinisikan peran, tanggung jawab, dan mekanisme akuntabilitas yang mengatur kolaborasi antara formal dan informal.
Untuk memahami hubungan pemerintah dan masyarakat secara lebih komprehensif, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kerangka kerja konseptual yang menempatkan interaksi antara lembaga formal dan informal sebagai landasan analitis utama. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai publik dihasilkan bersama melalui negara-masyarakat. Hubungan, serta bagaimana lembaga informal dapat diintegrasikan ke dalam teori tata kelola yang komprehensif. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana lembaga informal dapat diidentifikasi, diukur, dan dibandingkan dengan nilai yang dihasilkan oleh lembaga pemerintah formal. Dengan demikian, studi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana kebutuhan masyarakat dipenuhi melalui hubungan konkret antara pemerintah dan masyarakat, serta bagaimana nilai publik dapat diukur dan dibandingkan dalam berbagai konteks pemerintahan.
| File size | 385.2 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAUINSA Modal usaha memengaruhi 50,6% pendapatan, sementara 49,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Modal usaha memiliki pengaruh signifikanModal usaha memengaruhi 50,6% pendapatan, sementara 49,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Modal usaha memiliki pengaruh signifikan
UINSAUINSA Informan terdiri dari lima kepala desa dan lima warga setempat. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan dana terhambat oleh pencairan yang terlambat, fluktuasiInforman terdiri dari lima kepala desa dan lima warga setempat. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan dana terhambat oleh pencairan yang terlambat, fluktuasi
UINSAUINSA Nilai alpha (α) dalam penelitian adalah 5% atau setara dengan 0. 05 dan hasilnya diharapkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian mampu mempengaruhiNilai alpha (α) dalam penelitian adalah 5% atau setara dengan 0. 05 dan hasilnya diharapkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian mampu mempengaruhi
UINSAUINSA Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel kemiskinan dan pengangguran memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Pembangunan Manusia di PulauHasil analisis menunjukkan bahwa variabel kemiskinan dan pengangguran memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Pembangunan Manusia di Pulau
UWKSUWKS Daya sumber mencerminkan kesiapan institusional yang memadai, ditunjukkan oleh kompetensi aparatur, serta dukungan infrastruktur logistik Cadangan PanganDaya sumber mencerminkan kesiapan institusional yang memadai, ditunjukkan oleh kompetensi aparatur, serta dukungan infrastruktur logistik Cadangan Pangan
UMSJUMSJ Ketidakselarasan regulasi, kurangnya keterbukaan informasi, lemahnya mekanisme pengawasan, serta terbatasnya partisipasi publik menjadi penyebab utamaKetidakselarasan regulasi, kurangnya keterbukaan informasi, lemahnya mekanisme pengawasan, serta terbatasnya partisipasi publik menjadi penyebab utama
UINSAUINSA Pasar tradisional berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mencerminkan dinamika interaksi sosial, budaya, dan ekonomi dalam komunitasPasar tradisional berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mencerminkan dinamika interaksi sosial, budaya, dan ekonomi dalam komunitas
PERBANASPERBANAS Secara teori, peran fintech (payment gateway) dapat membantu kegiatan usaha UMKM dalam bertransaksi, digital marketing dapat membantu mempromosikan produkSecara teori, peran fintech (payment gateway) dapat membantu kegiatan usaha UMKM dalam bertransaksi, digital marketing dapat membantu mempromosikan produk
Useful /
PNLPNL Tujuan akhir adalah agar masyarakat dapat mengakses sejarah dan koleksi museum dengan mudah. Kegiatan ini merupakan sumbangsih Universitas Malikussaleh,Tujuan akhir adalah agar masyarakat dapat mengakses sejarah dan koleksi museum dengan mudah. Kegiatan ini merupakan sumbangsih Universitas Malikussaleh,
IPDNIPDN Studi kualitatif ini menerapkan Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner.Studi kualitatif ini menerapkan Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner.
UNSURYAUNSURYA Integrasi Home Assistant sebagai pusat kontrol kandang menjadi kontribusi tambahan yang belum banyak diterapkan dalam penelitian sejenis. Penelitian iniIntegrasi Home Assistant sebagai pusat kontrol kandang menjadi kontribusi tambahan yang belum banyak diterapkan dalam penelitian sejenis. Penelitian ini
UNSURYAUNSURYA Pengujian performa sistem menunjukkan bahwa mekanisme kontrol berbasis ambang batas bekerja dengan stabil, ditandai dengan aktivasi pompa pada kelembabanPengujian performa sistem menunjukkan bahwa mekanisme kontrol berbasis ambang batas bekerja dengan stabil, ditandai dengan aktivasi pompa pada kelembaban