IPDNIPDN

Jurnal Politik Pemerintahan Dharma PrajaJurnal Politik Pemerintahan Dharma Praja

Keterlibatan artis dalam politik lokal semakin berkembang di Indonesia dan menjadikan popularitas sebagai salah satu modal penting dalam memperoleh dukungan politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis political branding yang dibangun oleh kandidat berlatar belakang artis pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bandung tahun 2024 serta menjelaskan kontribusinya terhadap peningkatan elektabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan Quasi-Qualitative Design (QQD) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa political branding dibangun melalui pemanfaatan popularitas kandidat, dukungan pemangku kepentingan, penggunaan slogan politik, kampanye langsung, serta optimalisasi media sosial. Strategi tersebut mampu membentuk citra positif dan memperkuat hubungan kandidat dengan masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa political branding berkontribusi terhadap peningkatan elektabilitas melalui meningkatnya rasa suka pemilih terhadap kandidat, keinginan memilih, niat merekomendasikan kandidat kepada orang lain, dan intensitas pembicaraan publik mengenai kandidat. Meskipun popularitas sebagai artis menjadi modal awal yang memudahkan pengenalan kandidat, peningkatan elektabilitas lebih ditentukan oleh kemampuan kandidat dalam membangun kepercayaan, menunjukkan kompetensi, dan menjaga konsistensi komunikasi politik. Penelitian ini menegaskan bahwa political branding merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan elektabilitas kandidat berlatar belakang artis pada kontestasi politik lokal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa political branding memainkan peran penting dalam meningkatkan elektabilitas kandidat dengan latar belakang artis.Popularitas sebagai artis menjadi modal awal, tetapi peningkatan elektabilitas ditentukan oleh kemampuan kandidat dalam membangun kepercayaan, menunjukkan kompetensi, dan menjaga konsistensi komunikasi politik.Political branding yang efektif meningkatkan preferensi publik terhadap kandidat, mendorong pemilih untuk memilih, meningkatkan kecenderungan pemilih untuk merekomendasikan kandidat kepada orang lain, dan memperkuat intensitas pembicaraan publik tentang kandidat.Hasil penelitian mendukung teori Philbrick dan Cleveland tentang pentingnya mengintegrasikan berbagai dimensi branding dalam membangun identitas politik yang kuat.Penelitian juga memperkuat pandangan bahwa elektabilitas tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pengakuan publik, tetapi juga oleh kemampuan kandidat dalam mengelola citra politik secara konsisten di media offline dan online.Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk menyelidiki peran media sosial, kecerdasan buatan, dan komunikasi politik digital dalam membentuk political branding dan elektabilitas kandidat dalam kontes politik modern.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan temuan dalam penelitian ini adalah: (1) Menganalisis peran media sosial, kecerdasan buatan, dan komunikasi politik digital dalam membentuk political branding dan elektabilitas kandidat dalam kontes politik modern. (2) Menyelidiki strategi komunikasi politik yang terintegrasi antara kampanye langsung dan digital, dengan menggunakan media sosial tidak hanya untuk meningkatkan popularitas, tetapi juga untuk menyampaikan secara substansial program kerja, visi pembangunan, dan prestasi kandidat. (3) Meningkatkan literasi politik masyarakat agar pemilih dapat menilai kandidat berdasarkan kapasitas, integritas, dan kualitas program yang ditawarkan, bukan hanya popularitas.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/PHS.2019.0006Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 PHS 2019 0006
Read online
File size409.2 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test