UNTADUNTAD

JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPANJURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN TERAPAN

Kebijakan subsidi listrik yang tinggi dalam anggaran nasional (APBN) menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan fiskal nasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan model optimisasi Sistem Ekonomi Listrik (EES) yang secara hierarkis menyeimbangkan kepentingan pemerintah, konsumen, dan produsen. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemrograman tiga tingkat dengan strategi optimisasi bersarang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model mencapai titik konvergensi stabil pada iterasi ke-41 dengan nilai perubahan relatif nol. Alokasi subsidi nasional secara signifikan dikurangi dari IDR 68,64 triliun menjadi IDR 24,03 triliun. Dengan demikian, model ini berfungsi sebagai alat pengambilan keputusan strategis yang efektif dalam merepresentasikan interaksi hierarkis antara aktor energi untuk menghasilkan solusi kebijakan fiskal yang lebih efisien dan mendukung keberlanjutan sistem listrik nasional.

Penelitian ini berhasil mengembangkan model pemrograman tiga tingkat untuk EES yang mendukung tujuan kebijakan energi nasional.Dengan pendekatan optimisasi bersarang, model ini secara efektif mengintegrasikan kepentingan pemerintah, konsumen, dan produsen dalam kerangka pengambilan keputusan yang sistematis.Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa model mencapai konvergensi stabil pada iterasi ke-41 dengan nilai perubahan relatif nol.Penerapan model ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi fiskal, dengan alokasi subsidi nasional berhasil dikurangi sebesar 65%, yaitu dari baseline IDR 68,64 triliun menjadi IDR 24,03 triliun dalam kondisi optimal.Pereduksian beban subsidi ini dicapai melalui sinkronisasi kebijakan tarif tingkat atas yang memicu respons konsumsi sebesar 252,133,04 GWh, serta optimisasi campuran energi berbasis merit order pada tingkat bawah yang menghasilkan biaya operasional internal total sebesar IDR 209,82 triliun.Secara keseluruhan, model ini menjadi alat pengambilan keputusan strategis yang dapat diandalkan bagi otoritas energi dalam merancang kerangka kebijakan listrik yang menjaga keseimbangan kritis antara keberlanjutan fiskal nasional dan perlindungan utilitas publik.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengadaptasi model pemrograman tiga tingkat dalam konteks sistem energi terbarukan, dengan mempertimbangkan fluktuasi pasokan energi terbarukan dan ketidakpastian permintaan. Kedua, studi lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis dampak kebijakan harga dinamis terhadap perilaku konsumen dalam sistem ekonomi listrik, khususnya dalam menghadapi perubahan cuaca dan kebijakan pemerintah. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan subsidi listrik, dengan fokus pada pengurangan risiko penyalahgunaan dana dan peningkatan akuntabilitas. Saran-saran ini dirancang untuk memperluas cakupan aplikasi model yang ada, meningkatkan akurasi prediksi, serta memperkuat aspek keberlanjutan dan keadilan dalam sistem energi nasional.

  1. Journal of Mathematics and Computer Science- A simplex-based branch-and-cut method for solving integer... doi.org/10.22436/jmcs.025.03.03Journal of Mathematics and Computer Science A simplex based branch and cut method for solving integer doi 10 22436 jmcs 025 03 03
Read online
File size684.65 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test