UWKSUWKS

JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKJURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pedagang pasar tradisional di desa Sambonggede Kecamatan Merakurak kabupaten Tuban Jawa Timur ketika terjadi pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pedagang pasar tradisional di Desa Sambonggede Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban, yang berjumlah 6 orang sebagai objek penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu selama pandemi Covid-19 berlangsung keberadaan pasar tradisional sangat memengaruhi pendapatan pedagang pasar tradisional yang ditandai berkurangnya pendapatan yang sangat drastis. Untuk mempertahankan kualitas produksinya para pedagang tetap mempertahankan mutu produksi karena merupakan bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Demikian juga untuk mempertahankan pasar para pedagang menggunakan strategi tertentu untuk memelihara jaringan yang ada dengan menjalin hubungan pribadi dengan para pelanggan. Adapun dalam menentukan harga pedagang pasar tradisional menggunakan sistem tawar-menawar dan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Di saat pandemi, untuk meningkatkan kualitas produk pedagang pasar tradisional mensortir barang yang diambil dari produsen bahan baku guna untuk menghindari kerusakan pada produk. Sedangkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pedagang pasar tradisional melayani satu persatu pembeli, dengan menyediakan produk di rumah dengan demikian dengan cara itu pembeli juga bisa menanyakan langsung seputar ketersediaan produk yang akan dibeli.

Kondisi pasar yang sepi pembeli berdampak pada menurunnya jumlah pendapatan para pedagang.Menurunnya jumlah pembeli diakibatkan karena mereka takut tertular virus Covid-19, sehingga mereka lebih memilih belanja kebutuhan pada penjual di rumah produksi (usaha rumah tangga).Ada beberapa strategi dilakukan oleh pedagang pasar Sambonggede untuk tetap bertahan dan menghasilkan pendapatan.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan di pasar tradisional Sambonggede Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur dapat disimpulkan.Perilaku para pedagang tradisional di Desa Sambonggede dalam mengahadapi pasca pandemi Covid-19 walaupun ditandai penurunan pendapatan yan cukup drastis namun para pedagang masih bertahan dengan kegiatan produksi dan menjualnya kepada pelanggan dengan cara dihampiri oleh pembeli di rumah produksi yang merupakan usaha rumah tangga.Demikian juga para pedagang pasar tradisional yang diwawancara umumnya mengatakan bahwa dalam menentukan harga pasaran mereka masih mengikuti harga pasaran yang lama.Sedangkan dalam mempertahankan kualitas produknya para pedagang umumnya tetap mempertahankan barang produknya yang sudah ditekuni bertahun-tahun.Produk-produk yang dihasilkan adalah sebagaian besar bahan makanan kebutuhan hidup, usaha tempe, kue basah dan minuan ringan yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat desa dengan melayani satu persatu para pembeli/konsumen yang memesan atau datang membeli di rumah produksi.Kondisi pasar yang kini sepi pembeli berdampak pada menurunnya jumlah pendapatan para pedagang.Menurunnya jumlah pembeli diakibatkan karena mereka takut tertular virus Covid-19, dan memilih belanja kebutuhan mereka dengan mendatangi rumah penjual.Sedangkan strategi yang dilakukan oleh pedagang baik dengan aktif yaitu mengikutkan anggota keluarga untuk membantu bekerja dan memperpanjang jam kerja.Strategi pasif yang dilakukan berupa mengurangi persediaan dagangan terutama pedagang yang menjual barang yang tidak bertahan lama seperti jajanan basah, tempe, tahu, sayur, buah, dan ada juga pedagang yang melakukan pengurangan karyawan.Strategi lainnya adalah memelihara jaringan yakni dengan menjalin hubungan yang baik dengan pembeli, bisnis sampingan melalui sosial media Whatsapp, Instagram.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, berikut adalah saran-saran yang dapat diberikan:. . 1. Bagi pemerintah Desa Sambonggede Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban, Jawa Timur perlu memperhatikan kondisi pedagang pasar tradisional terutama upaya untuk memaksimalkan sarana dan prasarana pasar tradisional.. . 2. Bagi pedagang pasar tradisional harus tetap berinovasi dalam aktivitas usahanya terutama selalu menjaga kualitas dagangannya. Memiliki kreativitas dalam mempertangungjawabkan kualitas produk dengan cara menepati kesepakatan ketika proses jual beli berlangsung dan kualitas pelayanannya.. . 3. Untuk pihak pengelola pasar disarankan untuk mengatur ulang tata letak setiap tempat atau kios pedagang sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga pembeli dan pedagang tidak perlu merasa cemas terjadinya penularan.. . 4. Pengelola pasar dengan para pedagang disarankan selalu bekerjasama dalam menjaga kualitas barang dagangan serta menjaga kebersihan pasar agar para pembeli merasa nyaman dan tidak takut untuk ke pasar terutama di masa pandemi yang belum berakhir.. . 5. Pedagang disarankan untuk menyesuaikan stok dagangan sesuai dengan permintaan pembeli, dengan tujuan meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi.. . 6. Untuk menghadapi masa datang, para pedagang dapat memanfaatkan peluang dengan memasarkan barang dagangan mereka melalui sosial media karena kondisi pandemi yang membuat banyak masyarakat harus melakukan segala sesuatu di rumah.

  1. PERILAKU PEDAGANG PASAR TRADISIONAL SAMBONGGEDE KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN DALAM MEMPERTAHANKAN... journal.uwks.ac.id/juispol/article/view/2888PERILAKU PEDAGANG PASAR TRADISIONAL SAMBONGGEDE KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN DALAM MEMPERTAHANKAN journal uwks ac juispol article view 2888
Read online
File size548.83 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test