KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU
Dusturuna: Jurnal Syariah dan Siyasah Syar'iyyahDusturuna: Jurnal Syariah dan Siyasah Syar'iyyahPemberontakan merupakan tindakan perlawanan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap pemerintah atau kekuasaan yang sah dengan tujuan menggulingkan, melemahkan, atau menentang otoritas negara. Dalam perspektif hukum dan ketatanegaraan, pemberontakan dipandang sebagai ancaman serius terhadap stabilitas nasional, keamanan masyarakat, serta keutuhan negara. Fenomena pemberontakan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti ketidakadilan sosial, ketimpangan ekonomi, konflik politik, penyalahgunaan kekuasaan, hingga perbedaan ideologi. Dalam studi hukum pidana dan fiqih jinayah, pemberontakan dikategorikan sebagai tindak kejahatan yang memiliki dampak luas karena dapat menimbulkan kekacauan, korban jiwa, serta kerusakan terhadap fasilitas umum dan tatanan sosial. Dari perspektif Maqashid Syariah, pemberontakan dipahami sebagai tindakan yang bertentangan dengan tujuan utama syariat, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Syariat Islam menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan ketertiban sosial demi terciptanya kemaslahatan umat. Sementara itu, dalam fiqih jinayah, pemberontakan dikenal dengan istilah bughat, yaitu kelompok yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang sah dengan kekuatan senjata. Islam memberikan aturan khusus dalam menangani bughat dengan tetap memperhatikan prinsip keadilan, musyawarah, dan perdamaian sebelum penindakan dilakukan. Penelitian mengenai pemberontakan bertujuan untuk memahami faktor penyebab, bentuk-bentuk pemberontakan, serta upaya penanggulangan yang dapat dilakukan melalui pendekatan hukum positif maupun hukum Islam.
Hadits merupakan himpunan ucapan, tindakan, dan persetujuan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.Sehingga, bagi saya tidak memungkinkan untuk memberikan kesimpulan secara luas tentang perspektif Hadits tentang pemberontakan tanpa konteks yang spesifik.Namun, secara umum, dalam banyak Hadits, Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan ketertiban sosial, serta menghindari pemberontakan dan kerusuhan.Dalam beberapa Hadits, beliau bahkan menyatakan bahwa orang-orang yang memberontak terhadap penguasa yang sah akan kehilangan rahmat Allah SWT.Namun, terdapat juga beberapa Hadits yang menunjukkan bahwa pemberontakan dapat dibenarkan dalam keadaan tertentu, misalnya apabila pemimpin bersikap zalim dengan melanggar hak asasi manusia atau memberikan perintah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.Meskipun demikian, dalam situasi ini, pemberontakan harus dilakukan secara bijaksana dan tidak membahayakan kesejahteraan masyarakat secara umum.Kesimpulannya, perspektif Hadits tentang pemberontakan dapat bervariasi tergantung pada konteks dan situasi spesifik, dan pengambilan keputusan harus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip Islam tentang keadilan dan kesejahteraan sosial.Berdasarkan tinjauan maqashid syariah (tujuan-tujuan syariat) dan literatur fiqih siyasah, pemberontakan terhadap penguasa yang sah (al-khuruj ala al-hakim) umumnya dilarang dan dianggap sebagai tindakan bugah (pembangkang bersenjata) jika menimbulkan kemudharatan yang lebih besar.Dalam perspektif maqashid syariah, pemberontakan terhadap penguasa umumnya dianggap sebagai tindakan yang menghilangkan otoritas sah dan memicu kekacauan (chaos), yang bertentangan dengan prinsip perlindungan agama, jiwa, dan harta.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang perspektif Hadits dalam konteks tindak pidana pemberontakan. Kajian ini dapat mencakup analisis lebih rinci tentang pernyataan-pernyataan Hadits yang berkaitan dengan pemberontakan, serta implikasinya terhadap hukum dan tindakan manusia. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana perspektif Hadits tentang pemberontakan dapat diterapkan dalam situasi kontemporer, khususnya dalam konteks negara-negara mayoritas Muslim. Kajian ini dapat membantu memahami bagaimana Hadits dapat memberikan panduan praktis dalam menangani masalah pemberontakan dan menjaga stabilitas sosial. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana perspektif Hadits tentang pemberontakan dapat diintegrasikan dengan hukum positif dan hukum Islam dalam upaya penanggulangan pemberontakan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perspektif Hadits dalam konteks tindak pidana pemberontakan, serta kontribusinya dalam menjaga persatuan, keadilan, dan stabilitas dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
| File size | 233.42 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UIJUIJ Pembelajaran melibatkan pengembangan lafzhiah dan pemahaman kata per kata yang mendukung pemahaman Al‑Quran.metode homeschooling terbukti efektif untukPembelajaran melibatkan pengembangan lafzhiah dan pemahaman kata per kata yang mendukung pemahaman Al‑Quran.metode homeschooling terbukti efektif untuk
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Faktor pendukung meliputi peran aktif institusi formal, dokumen perencanaan jelas, kondisi sosial terbuka, keterlibatan pemimpin agama, dan logika programFaktor pendukung meliputi peran aktif institusi formal, dokumen perencanaan jelas, kondisi sosial terbuka, keterlibatan pemimpin agama, dan logika program
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Kendala dalam pendidikan agama Islam untuk membentuk karakter Islami di masa kini meliputi minimnya pendekatan yang menekankan nilai akhlak, etika, danKendala dalam pendidikan agama Islam untuk membentuk karakter Islami di masa kini meliputi minimnya pendekatan yang menekankan nilai akhlak, etika, dan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Al-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW mengandung berbagai persoalan kehidupan, salah satunya peristiwa Isra Mikraj yang tercatat dalam QS. Al-IsraAl-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW mengandung berbagai persoalan kehidupan, salah satunya peristiwa Isra Mikraj yang tercatat dalam QS. Al-Isra
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis konten terhadap tafsir klasik (Ath-Thabari) dan kontemporer (Al-Munir) dari ayat-ayat kunci,Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis konten terhadap tafsir klasik (Ath-Thabari) dan kontemporer (Al-Munir) dari ayat-ayat kunci,
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU PAI merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat berkembang dengan baik apabila dimulai dengan penanaman semangatPAI merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat berkembang dengan baik apabila dimulai dengan penanaman semangat
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU P5 proyek kaligrafi yang dilaksanakan di SDN 79 Bengkulu relevan dengan tujuan muatan P5 dalam pencapaian capaian P5. Pengamatan menunjukkan bahwa siswaP5 proyek kaligrafi yang dilaksanakan di SDN 79 Bengkulu relevan dengan tujuan muatan P5 dalam pencapaian capaian P5. Pengamatan menunjukkan bahwa siswa
DOKICTIDOKICTI Proses perdamaian melalui diversi pada kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak di Desa Sungai Semut merupakan alternatif penyelesaian hukum yang efektif,Proses perdamaian melalui diversi pada kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak di Desa Sungai Semut merupakan alternatif penyelesaian hukum yang efektif,
Useful /
JMHSAJMHSA LDL merupakan faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan derajat stenosis pasien PJK berdasarkan One Vessel, Two Vessel, Three Vessel DiseaseLDL merupakan faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan derajat stenosis pasien PJK berdasarkan One Vessel, Two Vessel, Three Vessel Disease
JMHSAJMHSA Adolescent girls understanding of vulva hygiene, lifestyle, and the use of herbal remedies like sirih and kunyit infusions play a significant role in preventingAdolescent girls understanding of vulva hygiene, lifestyle, and the use of herbal remedies like sirih and kunyit infusions play a significant role in preventing
PNMPNM Metode pelaksanaan mencakup tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil karya peserta. Melalui pelatihan dan pendampingan,Metode pelaksanaan mencakup tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil karya peserta. Melalui pelatihan dan pendampingan,
PNMPNM Diharapkan dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini peserta dapat menerapkan pengelasan SMAW aplikatif menjadi produk jadi yang dapatDiharapkan dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini peserta dapat menerapkan pengelasan SMAW aplikatif menjadi produk jadi yang dapat