JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA

Proceeding Technology of Renewable Energy and Development ConferenceProceeding Technology of Renewable Energy and Development Conference

Target susut jaringan tahun 2022 di PT PLN (Persero) UP3 Semarang sebesar 8%. Namun, untuk pencapaian susut di bulan oktober baru mencapai 10,04%. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan penyeimbangan beban. Penyeimbangan dilakukan dengan cara menukar fasa pada PHB-TR. Berdasarkan hasil perhitungan, ketidakseimbangan pada gardu RJLS: 33%, RJKS: 5% dan MAI: 34%. Setelah penyeimbangan turun menjadi RJLS: 16% dan MAI: 6%. Arus netral pada gardu RJLS dan MAI sebelum penyeimbangan RJLS: 22,54A dan MAI: 2,69A, setelah penyeimbangan turun menjadi RJLS: 9,54% dan MAI: 11,53%. Rugi-rugi arus netral transformator sebelum penyeimbangan RJKS: 350,5 W dan MAI: 3645,8 W, setelah penyeimbangan turun menjadi RJLS: 62,7 W dan MAI: 91,7 W. Rugi-rugi arus yang mengalir ke tanah sebelum penyeimbangan RJLS 1049,7 W dan MAI 4651,2 W. Setelah penyeimbangan turun menjadi, RJLS 538,2 W dan MAI 1253,1 W. Rugi-rugi energi dalam persen sebelum penyeimbangan RJLS 8,3% dan MAI 26,78%. Setelah penyeimbangan turun menjadi RJLS 3,5% dan MAI 4,2%. Kesimpulan yang diperoleh adalah penyeimbangan beban dengan metode menukar fasa pada PHB-TR dapat menurunkan nilai ketidakseimbangan dan arus netral, sehingga penurunan rugi-rugi dapat terjadi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakseimbangan beban awal yang signifikan pada gardu RJLS (33%) dan MAI (34%) berhasil diturunkan menjadi 16% dan 6% setelah dilakukan penyeimbangan.Penyeimbangan beban dengan metode menukar fasa PHB-TR juga efektif mengurangi arus netral dari 22,54A menjadi 9,54% pada RJLS dan dari 2,69A menjadi 11,53% pada MAI.Dampak positifnya, rugi-rugi energi dalam persen turut menurun secara substansial, misalnya dari 8,3% menjadi 3,5% pada RJLS dan dari 26,78% menjadi 4,2% pada MAI, menunjukkan efektivitas metode tersebut dalam menekan susut daya.

Untuk penelitian selanjutnya, ada beberapa arah menarik yang dapat dieksplorasi guna mengoptimalkan pengelolaan beban pada transformator distribusi. Pertama, mengingat temuan bahwa metode pemindahan sambungan rumah (SR) memberikan hasil penyeimbangan yang lebih maksimal namun dengan biaya dan waktu yang besar, penting untuk melakukan analisis komparatif biaya-manfaat yang mendalam. Studi ini harus mengevaluasi efektivitas jangka panjang dan efisiensi ekonomi dari metode penukaran fasa PHB-TR versus metode SR, termasuk potensi pengurangan susut daya dan peningkatan keandalan sistem terhadap biaya operasional dan implementasi masing-masing. Ini akan membantu PT PLN dalam membuat keputusan strategis mengenai investasi metode penyeimbangan beban yang paling optimal. Kedua, perlu dikembangkan solusi penyeimbangan beban yang lebih dinamis dan adaptif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada perancangan sistem cerdas, mungkin berbasis sensor dan algoritma otomatis, yang mampu memantau pola beban pelanggan secara real-time dan secara proaktif mengoreksi ketidakseimbangan beban sebelum berdampak signifikan. Pendekatan ini akan melampaui penyeimbangan statis pada waktu beban puncak saja, sehingga memungkinkan optimasi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada intervensi manual yang seringkali terlambat atau kurang efisien. Terakhir, penting untuk menyelidiki lebih jauh pengaruh profil konsumsi daya spesifik pelanggan terhadap dinamika ketidakseimbangan beban. Penelitian dapat menggunakan teknik analisis data besar dan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola-pola konsumsi dari berbagai jenis pelanggan (misalnya, rumah tangga, komersial kecil) dan bagaimana pola tersebut secara kolektif memengaruhi kondisi seimbang fasa. Pemahaman ini dapat menghasilkan model prediktif yang akurat, memungkinkan perencanaan penyeimbangan yang lebih proaktif dan terarah, serta potensi untuk merancang tarif atau insentif yang mendorong perilaku konsumsi yang lebih seimbang di masa mendatang.

Read online
File size382.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test